Share

Propolis Diklaim Tangkal Virus Korona COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 481 2178273 propolis-diklaim-tangkal-virus-korona-covid-19-rOiqoEr4n9.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

JIKA kemarin empon-empon diyakini dapat menangkal virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), kini peneliti Indonesia lainnya mengembangkan propolis. Apa saja kandungan senyawa dari lem lebah itu?

Banyak peneliti di dunia tengah mencari obat serta penangkal COVID-19 dengan beragam cara. Seperti yang pernah dilakukan Prof Yang dari Shanghai Tech University, pada Januari 2020.

Prof Yang berhasil memetakan struktur protein virus korona. Dia meneliti bahwa virus korona harus menempel pada sel hidup (dalam hal ini paru-paru manusia), sebelum menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup tersebut, untuk berkembang biak. Untuk memutus aktivitas ini, dikembangkan senyawa kimia penghambat bernama N3 sebagai alternatif obat untuk COVID-19.

covid

Nah, Peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Dr Eng Muhamad Sahlan, SSi, MEng, kini sedang mengembangkan senyawa propolis asli Indonesia. Propolis ini dihasilkan oleh lebah Tetragonula biroi aff.

Sahlan menyebut, propolis terbukti memiliki komponen penghambat alami, yang dapat digunakan untuk menghasilkan obat dengan efek negatif minimal. Baik terhadap tubuh manusia, maupun sumber daya alam yang tersedia.

Sahlan menuturkan, sayangnya tidak semua komposisi propolis memiliku kandungan sama. Namun pada penelitiannya tersebut, senyawa propolis berasal dari lebah Tetragonula biroi aff, diklaim dapat menangkal COVID-19.

โ€œYang menarik bagi saya, propolis yang saya teliti ini memiliki sifat menghambat proses menempelnya virus terhadap sel manusia yang mirip dengan senyawa N3," kata Sahlan lewat keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (4/3/2020).

Sahlan menambahkan, dengan menggunakan struktur model COVID-19 yang ada, senyawa-senyawa propolis diujikan untuk melihat apakah dapat membentuk ikatan pada virus COVID-19, bila dibandingkan dengan ikatan senyawa N3.

Nah, hasil pengujiannya memperlihatkan, tiga dari 9 senyawa yang ada di propolis asli Indonesia, memiliki kekuatan menempel yang cukup baik pada COVID-19. Bila senyawa N3 memiliki nilai -8, senyawa Sulawesins a memiliki nilai -7.9, Sulawesins b (-7.6) dan deoxypodophyllotoxin (-7.5).

โ€œJadi, semakin negatif nilai yang dimiliki menunjukkan semakin besar kemampuan senyawa menempel pada virus COVID-19. Hal ini membuat virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia untuk kemudian berkembang biak,โ€ ujar Sahlan tentang hasil pengujiannya.

Sementara itu, Dekan FTUI Dr Ir Hendri DS Budiono, MEng, menambahkan, tentu saja penelitian ini belum masuk ke dalam tahapan klinis. Sebab Indonesia baru mengumumkan pasien positif korona COVID-19, pada Senin 2 Maret 2020.

"Akan tetapi, hasil penelitian ini tentu sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi alternatif obat dari Indonesia. (Fungsinya) untuk menyembuhkan maupun mengurangi perkembangan virus korona tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke negara lain,โ€ kata Hendri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini