nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspadai Risiko Keracunan Makanan dari Mengonsumsi Sushi

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 10:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 06 298 2178978 waspadai-risiko-keracunan-makanan-dari-mengonsumsi-sushi-4JqIwYtUlx.jpg Ilustrasi (Foto : Insider)

Hidangan yang lezat belum tentu sehat, bahkan meski disajikan di restoran mahal sekalipun. Makanan yang terlihat bersih di restoran pun bisa saja berdampak buruk bagi kesehatan karena proses pengolahannya, misalnya sushi.

Dipaparkan oleh Dr. Tania Dempsey dan Stella Metsovas selaku ahli nutrisi, ada beberapa dampak buruk yang bisa terjadi di tubuh saat kita konsisten mengonsumsi banyak ikan mentah, termasuk keracunan makanan.

Bisa karena tidak diolah dengan benar, hingga sejumlah faktor lain membuat sushi dapat menimbulkan dampak buruk, salah satunya keracunan. Melansir Insider, Jumat (6/3/2020), berikut di bawah ini ulasan singkatnya.

1. Keracunan merkuri

Suka makan ikan laut mentah seperti tuna atau ikan ekor kuning dalam jumlah besar? Berhati-hatilah karena bisa memicu risiko keracunan zat merkuri. Saat tubuh mengalami keracunan merkuri, tubuh dapat mengalami masalah memori, kelemahan otot, mati rasa, kesemutan, hingga tremor.

Pasalnya, walau sebetulnya semua ikan mengandung kadar merkuri tertentu, tetapi sebagian besar ikan yang digunakan dalam sushi roll dan sashimi adalah ikan besar, seperti tuna, ekor kuning, sirip biru, ikan bass dan lobster, yang mana adalah tipe memiliki merkuri tertinggi.

Sushi

Scombroid

Keracunan makanan scombroid adalah penyakit lain yang disebabkan oleh makanan, disebabkan oleh histamin yang terbentuk ketika ikan tidak disimpan cukup dingin dan mulai membusuk. Kelebihan histamin tidak hancur selama pemanasan dan dapat menyebabkan reaksi alergi dan bahkan anafilaksis.

Racun dari manusia

Kemungkinan risiko yang didapatkan dari ikan-ikan yang dibudidayakan sendiri (farm-raised). Paparan racun ini signifikan, PCB [senyawa klorin] dan pestisida telah ditemukan mencemari ikan yang dipelihara di peternakan serta ikan liar dari Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Ciguatoxins adalah racun yang diproduksi oleh mikroorganisme alga laut yang memengaruhi ikan yang mencari makan di dekat terumbu karang seperti kakap merah, kerapu, jack, dan barakuda. Mengonsumsi ciguatoxin dalam jumlah besar dapat menyebabkan mual, muntah, diare.

Saat makan sushi, disarankan untuk memilih ikan yang lebih kecil sehingga risiko mengonsumsi ikan yang terkontaminasi kontaminan lebih rendah. Tak hanya itu, direkomendasikan untuk bertanya kepada restoran sushi di mana mereka mendapatkan pasokan makanan laut untuk restoran. Dokter Tania menyarankan untuk menghindari ikan yang dibudidayakan atau ditangkap di dekat terumbu.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini