International Women's Day, Orangtua Perlu Ajarkan Ini ke Anak Perempuannya yang Beranjak Remaja

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 08 Maret 2020 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 08 196 2179928 international-women-s-day-orangtua-perlu-ajarkan-ini-ke-anak-perempuannya-yang-beranjak-remaja-EzbyTbB8QA.jpg Ilustrasi (Foto : Yourteenmag)

Mengurus anak memang bukan tugas mudah bagi para orangtua. Terlebih lagi ketika anak tengah memasuki masa remaja, terutama perempuan dalam rangka memperingati International Women's Day 2020. Pasalnya, bukan cuma rasa penasaran yang besar, namun di masa inilah banyak perubahan yang terjadi.

Contoh nyatanya perubahan fisik yang terjadi pada anak perempuan beranjak remaja. Di masa ini, anak perempuan yang sudah remaja sudah harus dididik untuk bertanggungjawab dengan tubuhnya sendiri.

Dituturkan psikolog, Zarra Dwi Monica, M.Psi., sebagai orangtua hal penting pertama yang harus ditanamkan kepada remaja perempuan adalah pengetahuan tentang seksual.

“Pertama, remaja perlu diberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitasnya. Ini sangat penting agar anak punya pengetahuan yang memadai dan tidak terjebak dalam perilaku seksualitas berisiko,” tutur Zarra, saat dihubungi Okezone melalui sambungan telefon baru-baru ini.

Remaja

Setelah itu, orangtua bisa mulai memperkenalkan konsep body image. Konsep body image ini erat kaitannya dengan penerimaan diri sendiri. Pasalnya, di momen remaja inilah tubuh sang anak perempuan mengalami perubahan nyata yang drastis. Mulai menstruasi, payudara mulai tumbuh, bulu-bulu halus di sekitar tubuh, dan sebagainya.

“Perempuan biasanya berusaha untuk menyesuaikan dengan standar kecantikan yang ada. Penting menanamkan ke anak, bahwa bagaimana pun kondisi fisik kita, tidak akan mengurangi keberhargaan diri,” tambahnya.

Self-love yang diawali dengan penerimaan diri ini juga berlaku ketika anak sudah mulai naksir lawan jenis. Pasalnya, dari kebutuhan afeksi di masa remaja jadi lebih tinggi. Adanya kebutuhan afeksi yang tinggi, membuat anak remaja mulai berperilaku mencari perhatian.

“Ada ketertarikan romantis ke orang tertentu. Ha ini biasanya membuat anak mulai cari perhatian. Sebagai orang di lingkungannya dapat memaklumi ini, tapi juga bisa mengingatkan kembali bahwa 'mencintai diri sendiri' atau self-love tetap utama,” tutup Zarra.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini