Curahan Hati Wiwid Dipaksa Suami Berhenti Kerja Setelah Menikah

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 00:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 08 196 2180062 curahan-hati-wiwid-dipaksa-suami-berhenti-kerja-setelah-menikah-1vmQ9dmPx2.jpg Ilustrasi (Foto : Asiaone)

Mengurus kegiatan rumah tangga adalah kewajiban seorang wanita. Tapi apakah mereka wajib mengorbankan kariernya untuk masalah ini? Mungkin hal inilah yang terjadi dalam diri Wiwid (bukan nama sebenarnya) saat memutuskan untuk menikah dengan Liang. Ia harus melepas kariernya sebagai seorang guru agar bisa mengurus rumah tangga dan anak.

Sebelum menikah Wiwid bekerja sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Jakarta Utara. Setelah lulus dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) ia langsung mendapatkan tawaran kerja untuk menjadi guru Taman Kanak-Kanak (TK). Di tempat inilah dia mulai berkenalan dan menjalin hubungan dekat dengan Liang.

Hingga akhirnya hubungan mereka semakin erat dan memutuskan untuk lanjut ke jenjang pernikahan. Wiwid dan Liang pun menikah pada 1991. Usai menikah Wiwid pun terus melanjutkan kariernya sebagai seorang guru di tempat yang sama. Hingga akhirnya Wiwid dikaruniai seorang anak satu tahun kemudian.

Sejak kelahiran anak pertamanya Liang mulai memaksa Wiwid untuk berhenti bekerja dan fokus mengurus anak yang kala itu memang sangat membutuhkan perhatian. Wiwid pun seperti agak keberatan karena masih merasa ingin memperdalam kariernya sebagai seorang tenaga pendidikan.

Pasangan Bertengkar

Tapi lama-kelamaan permintaan Liang yang meminta Wiwid berhenti bekerja pun semakin keras. Beberapa perdebatan dan pertengkaran kecil pun kerap mewarnai rumah tangga mereka. Hingga pada akhirnya Wiwid pun mengalah dan memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya untuk menghindari konflik dalam kehidupan rumah tangga.

Liang pun bukan tanpa sebab meminta Wiwid keluar dari pekerjaan. Ia berharap dengan resign menjadi guru, Wiwid bisa lebih konsenterasi melakukan tugasnya sebagai istri sekaligus seorang ibu bagi anak kesayangannya. Kebetulan saat itu kondisi Liang cukup baik dan mampu untuk menafkahi kehidupan keluarganya.

Setelah memenuhi keinginan Liang, Wiwid pun menjadi seorang ibu rumah tangga seutuhnya. Puluhan tahun dia menjalani kehidupan bersama Liang, hingga suatu saat kondisi ekonomi keluarga tersebut mulai goyang. Liang pun meminta Wiwid untuk kembali mencari pekerjaan untuk bisa membantu penghasilan rumah tangganya.

Sayang kendala usia dan pengalaman mengajar yang sudah semakin luntur terkikis oleh waktu membuat Wiwid sulit untuk kembali dalam dunia keguruan seperti cita-citanya. Kemampuan dan pengalaman Wiwid seakan hilang layaknya seekor anak ayam yang baru menetas.

Wiwid pun mengimbau kepada para wanita lainnya supaya tetap berkarier sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Hanya saja seorang wanita harus bisa tegas dan berkomitmen antara tugas rumah tangga serta tanggung jawab mengasuh anak dengan seimbang. Ia pun mengimbau para wanita bisa belajar dari kesalahan yang dialaminya di masa lalu.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini