Cerita Alfiah Suarakan Hak Perempuan di International Women's Day 2020

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 08 Maret 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 08 196 2180073 cerita-alfiah-suarakan-hak-perempuan-di-international-women-s-day-2020-jJUmVpX2vb.jpeg Hari Perempuan Internasional 2020 di Jakarta (Foto : Dimas/Okezone)

Ribuan warga Jakarta turut mengikuti Aksi Perempuan International dalam rangka memperingati International Women's Day (IWD) 2020. Aksi ini dimulai dari pukul 11.00 WIB di depan kantor Bawaslu dan dilanjutkan dengan long march menuju Istana Negara.

Cuaca panas tak melunturkan semangat peserta aksi menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah. Mereka juga terlihat membawa berbagai standuk yang berisikan pesan-pesan khusus tentang isu-isu yang tengah dihadapi perempuan Indonesia.

Mulai dari kasus pelecehan hingga kekerasan seksual. Salah satu peserta aksi asal Maluku, Alfiah Rasidin, menuliskan pesan menohok berbunyi, "Tubuhku Otoritasku!!" di salah satu bagian tubuhnya.

Kepada Okezone, Alfiah menuturkan tindakan tersebut memang sengaja dia lakukan untuk mengekspresikan kemarahan yang selama ini dia pendam. "Saya ingin menunjukkan kepada para perempuan, terutama orang-orang di sekitar saya agar jangan takut untuk membela tubuh sendiri. Karena tubuh kita adalah otoritas kita sendiri. Tubuh perempuan bukan komoditas untuk diperjualbelikan," tegasnya.

Hari Perempuan Internasional

Lebih lanjut Alfiah menjelaskan, motivasinya mengikuti aksi ini juga tidak terlepas dari pengalaman kelam yang dia alami beberapa tahun silam. Alfiah mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah seorang dosen di kampusnya sendiri.

"Saya pernah jadi korban pelecehan seksual secara verbal maupun fisik. Salah satunya yang masih terngiang sampai saat ini adalah saat dilecehkan oleh dosen saya sendiri," ungkap Alfiah.

Alfiah menambahkan, kejadian berlangsung saat dirinya memasuki semester dua perkualiahan. Kebetulan, pada saat itu dia berteman dengan beberapa perempuan yang memang memiliki bentuk tubuh lebih besar daripada tubuhnya.

Sampai pada suatu ketika, salah seorang dosen melontarkan sebuah kalimat yang di luar dugaannya. "Dosen saya bilang kamu tidak 'enak', lebih 'enakan' teman kamu. Pada awalnya saya merasa dia mengatakan hal itu hanya bermaksud bercanda. Tapi saya akhirnya berpikir, dia sudah melakukan tindakan body shaming dan pelecehan seksual secara verbal," tegas Alfiah.

Hari Perempuan Internasional

Akumulasi dari pengalaman-pengalaman tersebut lah yang mendorong Alfiah untuk ikut menyuarakan tuntutannya di Aksi Perempuan Internasional 2020. Dia juga ingin menginspirasi kaum perempuan untuk turut mau bersuara ketika menjadi korban-korban pelecehan seksual dan lain sebagainya.

"Dulu itu saya trauma dan hanya bisa diam. Tapi semakin ke sini, saya pikir saya enggak boleh diam kayak gini terus. Oleh karena itu saya memberanikan diri untuk ikut aksi, karena saya ingin semua perempuan bisa mengekspresikan diri, dan bersuara untuk dirinya sendiri," tutup Alfiah.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini