International Women's Day, 6 Sosok Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 08 Maret 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 08 612 2180007 international-women-s-day-6-sosok-perempuan-paling-berpengaruh-di-dunia-JuU1lG0dhL.jpg Choco Chanel (Foto : Inventorsdigest)

Perempuan sering dikatakan sebagai mahluk paling kuat di muka bumi. Perempuan menjalani peran menjadi dirinya sendiri, menjadi istri, menjadi ibu, hingga menjadi leader dan sosok berpengaruh di lingkungannya bahkan memberikan kontribusi bagi dunia.

Contohnya yang diperlihatkan oleh enam sosok perempuan yang bisa mengubah dunia dalam berbagai bidangnya, mulai dari budaya, politik, kesetaraan gender, hingga industri fesyen dunia. Siapa saja mereka? Dalam rangka memperingati International Women's Day, berikut ulasannya dikutip Redbooag :ย ย 

1. Jane Austen

Perempuan yang lahir pada 1775 ini adalah nama besar di dunia sastra. Para pencinta buku dan dunia literatur begitu familiar dengan nama Jane. Jane punya pengaruh besar dalam dunia literatur Inggris dan dunia.

Jane Austen

Saat remaja, dia sudah menulis enam novel yang mengisahkan seperti apa kehidupan di abad akhir 17 hingga abad ke 18. Buku-buku hasil tulisannya seperti Sense and Sensibility, Pride and Prejudice, Mansfield Park, and Emma hingga buku yang diterbitkan setelah ia wafat pada 1817, Northanger Abbey and Persuasion begitu dicintai di penjuru dunia. Uniknya, Jane menerbitkan buku dengan nama anonim sehingga tak pernah ada orang yang tahu kala itu bahwa dirinya merupakan seorang penulis.

2. Coco Chanel

Choco Chanel

Coco Chanel punya pengaruh sangat besar di industri fesyen dunia. Bersama dengan rumah modenya-Chanel, perempuan kelahiran 1883 ini disebut sebagai sosok yang mengubah wajah fesyen.

Perempuan kelahiran Prancis ini sejak usia dini, belajar menjahit otodidak sampai akhirnya bisa membuka toko topi hasil rancangannya sendiri di awal abad ke-19 lalu. Dia berlanjut merancang pakaian, parfum pertamanya Chanel No 5 di abad ke-20.

Pernah dengar istilah LBD (little black dress) kan? Nah, inilah salah satu hasil karya legendaris Coco Chanel. Coco adalah leader di bidang fesyen mewah. Berawal dari hanya toko topi, Coco Chanel berhasil membangun dinasti fesyen mewahnya bahkan hingga detik ini.

3. Mother Teresa

Mother Teresa

Di bidang kemanusiaan, ada Mother Teresa. Perempuan satu ini memang pantas disebut sebagai perempuan berhati malaikat. Di usia baru 12 tahun, dia memutuskan untuk pergi ke India untuk melakukan misi misionaris dan membantu rakyat yang kesusahan.

Pada 1929, ia melakukan perjalanan ke India dan akhirnya mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang miskin, khususnya di kota India, Kolkata. Di Kolkata, Motehr Teresa membuat Missionaries of Charity.

Grup ini sekarang memiliki ribuan orang di hampir 90 negara membantu orang yang hidup dalam kemiskinan di seluruh dunia. Atas aksi mulianya, pada 1979 Mother Teresa menerima Hadiah Nobel Perdamaian, dan ketika pesta perayaan hendak digelar ia meminta acara tersebut dibatalkan dan semua uang diberikan kepada orang-orang miskin di Kolkata. September 2016, diumumkan bahwasanya Mother Teresa dinobatkan sebagai Saint atau orang suci.

4. Margaret Thatcher

Margareth Thatcher

Sosok perempuan yang mengubah wajah politik modern Inggris. Margaret adalah Perdana Menteri perempuan dan terpanjang Inggris. Ialah perempuan yang dikenal sebagai perempuan besi, alias โ€œIron Lady" karena dikenal memiliki opini-opini kuat, peraturan ketat, dan kepemimpinan yang tegas. Terjun ke dunia politik saat masih jadi mahasiswi di Universitas Oxford sebagai presiden Conservative Association.

Margaret membuat sejarah pada tahun 1975 ketika dia menjadi pemimpin Partai Konservatif , salah satu dari dua partai politik utama di Inggris. Empat tahun kemudian berhasil jadi Perdana Menteri wanita Inggris pertama.

Seperti kebanyakan tokoh politik, ada benci tapi ada yang mencintai Margaret, beberapa pihak menganggap ialah sosok yang menyelamatkan Inggris ketika sedang mengalami banyak masalah ekonomi. Terlepas itu, Margaret memang meninggalkan jejaknya pada dunia politik Inggris.

5. Malala

Malala

Perempuan yang sukses meraih Nobel Perdamaian di usia 14 tahun, menjadikan dirinya sebagai peraih nobel termuda di dunia. Di usia 11 tahun, Malala hanyalah seorang pelajar di Pakistan. Bisa dibilang Malala adalah Kartini versi Pakistan, di usia 11 tahun Malala menulis diari tentang bagaimana hidup di bawah aturan kelompok ekstrim Taliban di Pakistan yang melarang pendidikan bagi kaum wanita.

Dalam buku hariannya Malala mengisahkan sebagai perempuan Pakistan ingin tetap melanjutkan pendidikan. Menurutnya bahwa perempuan tetap harus bisa bersekolah memperoleh pendidikan. Begitu banyak orang di dunia yang membaca buku diarinya, membuat Malala terkenal sebagai sosok perempuan muda yang berani memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum wanita di Pakistan.

Hal ini juga yang membuat dirinya ditembak oleh tentara Taliban pada Oktober 2012, tapi untungnya nyawa Malala masih terselamatkan. Kini, Malala masih terus aktif mengkampanyekan hak-hak wanita di seluruh penjuru dunia dan menginspirasi banyak generasi.

6. RA Kartini

RA Kartini

Sosok pahlawan perempuan yang mengubah paradigma sosial tentang kaum perempuan di Indonesia. Hidup di zaman saat kaum wanita dianggap sebagai kaum yang tidak apa-apa jika tidak sekolah dan memperoleh pendidikan seperti kaum laki-laki karena pada akhirnya hanya bertugas di rumah, dapur mengurus suami dan anak.

Kartini mendobrak hal tersebut, dengan memperjuangkan apa yang disebut dengan kesetaraan gender. Perempuan sama berhaknya dengan kaum laki-laki, untuk dapat pendidikan sehingga bisa bekerja dengan layak, dan tumbuh jadi individu pintar serta mandiri adalah nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Kartini. Bisa bersekolah di ELS (Europese Lagere School) membuat dirinya fasih bahasa Belanda, ditambah belajar dari buku dan majalah dari kebudayaan Eropa.

Bekal pengetahuannya ini RA Kartini bagikan kepada sesama perempuan di lingkungannya agar menjadi wanita pintar yang punya ilmu pengetahuan. Kartini lah yang vokal menggaungkan bahwa perempuan harus juga belajar, berani keluar rumah, dan mengejar cita โ€“ cita setinggi mungkin, bukan dipingit tidak melihat dunia luar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini