Kasus Remaja Bunuh Bocah, Psikolog: Bakat Kasar Anak Bisa Dilihat Sejak Kecil

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 196 2180556 kasus-remaja-bunuh-bocah-psikolog-bakat-kasar-anak-bisa-dilihat-sejak-kecil-i5EVBbgy7X.jpg Ilustrasi (Foto : Parenting)

Kasus remaja bunuh bocah di Jakarta harusnya jadi perhatian para orangtua. Ya, pola asuh yang tepat dan pengawasan yang benar akan meminimalisir anak berperilaku anarkis.

Sebagai orangtua, Anda juga diharapkan bisa mengenali karakter anak dengan baik. Dengan begitu, Anda tahu bakat dasar si anak yang mungkin saja sudah punya 'perilaku kasar'.

Nah, Psikolog Klinis Meity Arianty menerangkan, orangtua sudah bisa mengobservasi bakat kasar pada anak sejak dini. Ini dapat dikenali dari bagaimana perilaku si anak saat marah atau kesal, baik pada orangtua, keluarga, atau teman-temannya.

Observasi ini penting dilakukan agar orangtua mampu meminimalisir kemungkinan terburuk dari perilaku anak yang cenderung kasar atau anarkis.

"Dengan mengenali karakter anak yang mengarah ke kasar, orangtua bisa meminimalisir kemungkinan terburuk dari perilaku si anak tersebut," terangnya pada Okezone melalui pesan singkat, Senin (9/3/2020).

Anak Marah

Lantas, bagaimana cara mengenali bakat sifat kasar pada anak?

Menurut Mei, sebagai orangtua Anda harus tahu bagaimana sikap si anak saat marah, bagaimana interaksinya dengan keluarga, teman-temannya, dan lingkungan seperti hewan atau tumbuh-tumbuhan di sekitarnya.

Kemudian, tanda lain yang bisa dikenali adalah apakah anak Anda egois atau tidak, apakah anak Anda memiliki empati atau rasa kasihan dan memiliki jiwa tolong menolong, atau apakah anak Anda bisa merasakan penderitaan orang lain?

"Pada kondisi marah, coba kenali sejauh mana sikap marahnya, apakah sangat agresif atau tidak. Kemudian, apakah sikap agresif ini juga muncul saat si anak tak mendapatkan apa yang diinginkannya? Apakah si anak juga impulsif terhadap sesuatu? Jika dalam sikapnya ada penyimpangan di luar kebiasaan anak seusianya, maka Anda patut waspada dan harus bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini," papar Mei.

Pengecekan sedini mungkin sangat diperlukan setiap orangtua agar sikap tersebut tidak dianggap wajar oleh si anak dan berakibat buruk di masa depannya.

Mei menyarankan agar orangtua saat mengasuh anak bukan hanya memberikan apa yang diinginkan si anak dan hanya sebatas mengasuh dengan memberikan makan atau kebutuhan dasarnya. Namun, orangtua harus memberikan pola pengasuhan yang memiliki kesadaran.

"Artinya, orangtua mengasuh dengan sadar bahwa ia harus hadir dalam tumbuh kembang anak. Saya yakin, anak yang memiliki masalah perilaku tidak serta merta sifatnya muncul tanpa ada rentetan peristiwa, trauma, atau kombinasi 2 faktor (luar dan dalam)," papar dia.

Perceraian

Faktor dalam dimaknai sebagai gen, kondisi otak, kromosom, dan lainnya. Sementara itu, faktor luar dimaknai sebagai lingkungan, salah satunya pola asuh orangtua.

Nah, karena orangtua tidak tahu faktor dari dalam kecuali dengan pemeriksaan seperti scan otak atau pemeriksaan neuro, maka yang harus diperhatikan orangtua adalah faktor luarnya.

"Ini termasuk bagaimana sifat si anak tersebut. Makanya, penting bagi orangtua mengenali karakter anak agar kemungkinan si anak menjadi pribadi yang kasar dapat diminimalisir," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini