Cerita Icha Tetap Kerja Usai Menikah dan Punya Anak, Komitmen Jadi Kunci

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 21:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 196 2180720 cerita-icha-tetap-kerja-usai-menikah-dan-punya-anak-komitmen-jadi-kunci-1maCPPXKTh.jpg Ilustrasi (Foto : Thedailymash)

Sebagian kaum perempuan pekerja di Indonesia dengan segala kultur dan stigma yang ada di masyarakat, dihadapkan pada dilema usai pernikahan.

Ya, apalagi kalau bukan dilema tentang tetap bekerja menjadi wanita karier atau berhenti bekerja dan menjadi full-time ibu rumah tangga di rumah.

Sebagian wanita beruntung tidak perlu mengalami dilema di atas, salah satu contohnya Icha, perempuan 26 tahun yang sehari-hari berprofesi sebagai jurnalis di suatu media nasional besar di Indonesia.

Kepada Okezone, Icha menuturkan beruntung sang suami dari sejak zaman masih berpacaran tidak pernah melarang dirinya menjadi wanita karier. Suaminya tidak menyuruhnya untuk berhenti bekerja demi menjadi istri dan ibu full-time di rumah.

Namun detail tentang komitmen dirinya di rumah tangga, sedari awal dikatakan Icha sudah ia sengaja utarakan kepada sang pasangan. Sejak sebelum menikah, ibu satu anak ini dengan gamblang menyatakan bahwa setelah menikah dan punya anak pun ia tetap ingin bekerja dan meniti karier.

“Sejak pacaran sudah bilang memang ingin tetap bilang, suami saat itu masih pacar bilang iya boleh asal aku tetap tahu prioritas diri sebagai istri,” ungkap Icha saat dihubungi melalui sambungan telefon belum lama ini.

Jurnalis

(Foto : Ilustrasi)

Relatif masih muda, pekerjaan yang asyik, teman-teman seru, sempat membuat Icha terlena dengan profesinya sebagai jurnalis. Hingga sempat ada di masa ia sering larut malam baru tiba di rumah. Di titik inilah, meski tak meminta dirinya untuk berhenti bekerja. Sang suami dengan vokal menegur mengingatkan bahwa selain sebagai wanita karier, Icha juga punya peran utama yakni sebagai istri.

“Awal nikah suami sempat negur, karena aku kayak kebablasan keasyikan kerja. Usai kerja lanjut nongkrong sampai malam. Suami ngingetin kalau aku prioritasnya ya istri. Habis kerja ya pulang, boleh main tapi harus batasin diri. Dari sini, aku berusaha sehabis liputan lalu kelarin kerjaan cepat biar bisa pulang segera. Usahain, suami pulang aku sudah di rumah bisa sambut dia kasih senyuman dan pelukan, sesimpel itu,” tambahnya.

Suami Istri

Meski sebagai keluarga muda milenial, keluarga kecilnya ini bisa dibilang terbuka dan open-minded akan pengembangan diri. Icha tak menyangkal, bahwa tak semua keluarga muda bisa terbuka. Ia memberikan contoh, ada beberapa teman yang memang tidak diizinkan sama sekali untuk bekerja oleh para suami.

Menurutnya, tentang posisi dan peran wanita usai menikah idealnya memang sudah dibicarakan detail dengan pasangan semenjak masih berpacaran. Komunikasi dari awal, ditambah pembuktian bahwa bisa tetap menjadi istri dan ibu rumah tangga yang mumpuni dan sekaligus tetap bisa bekerja, menjadi wanita karier di luar rumah.

“Kuncinya sih komunikasi dari awal, ngomong ke pasangan mau gimana. Kita buktiin juga, nih gue bisa jalanin dua peran. Bisa jadi wanita karier yang fokus sama kerjaan, bisa jadi istri yang tetap fokus juga sama segala urusan rumah,” pungkas Icha.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini