Mencegah Penularan Korona COVID-19 di Sekolah, Bagaimana Langkahnya?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 481 2180235 mencegah-penularan-korona-covid-19-di-sekolah-bagaimana-langkahnya-OcaRrzv1k1.jpg Ilustrasi. (DTNext)

PEMERINTAH Indonesia meminta setiap sekolah membersihkan ruangan kelas minimal satu kali sehari menggunakan zat disinfektan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir penularan virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Kebijakan tersebut rupanya termasuk dalam 5 protokol terbaru, tepatnya dari aspek Protokol Area Pendidikan yang diluncurkan pada Jumat 6 Maret 2020. Selain membersihkan ruangan kelas, setiap sekolah harus menyediakan sarana cuci tangan, demi mencegah COVID-19.

covid

Mereka juga harus memonitor absensi ketidakhadiran seluruh warga sekolah, mencakup siswa, guru, hingga karyawan sekolah lainnya. Bila alasan ketidakhadiran mereka karena sakit, pemerintah meminta pihak sekolah untuk melakukan check up di rumah sakit maupun pusat layanan kesehatan terdekat. Langkah ini sangat penting dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

Tidak kalah penting, ada juga hotline 119 sebagai sarana respons cepat tanggap yang diberikan pada masyarakat. Selain itu masyarakat bisa mendapatkan informasi perkembangan COVID-19 melalui situs https://infeksiemerging.kemkes.go.id/

Satu lagi Protokol Komunikasi yang menjadi panduan bagi seluruh elemen pemerintah dalam memberi informasi seputar Covid-19 kepada publik. Protokol ini juga mengatur alur komunikasi pusat dan daerah.

Diharapkan melalui protokol ini akan terjuwud komunikasi pemerintah yang baik sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Menurut penuturan Kepala Staf Kepresidenan RI, Dr. Moeldoko, kelima protokol ini diluncurkan untuk memperkuat protokol yang sudah ada.

"Harapannya, publik bisa memahami dan bisa melaksanakannya bersama-sama dengan pemerintah,” paparnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (9/3/2020).

Hal senada juga disampaikan oleh Sekjen Kementerian Kesehatan drg Oscar Primadi. Dia menjelaskan bahwa penyusunan protokol ini melibatkan seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan.

“Jadi dalam hal ini Kemenkes tidak bekerja sendiri. Protokol merupakan perwujudan dari pemerintah hadir dan siap menanggapi persoalan COVID-19 ini,” tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini