Perhatikan 5 Hal saat Merawat Pasien Suspect Korona COVID-19 di Rumah

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 481 2180306 perhatikan-5-hal-saat-merawat-pasien-suspect-korona-covid-19-di-rumah-UOq47idwtK.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PASIEN suspect virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) masih bisa dirawat di rumah. Namun ada hal yang harus diperhatikan agar tidak menularkan ke anggota keluarga lainnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan merekomendasikan semua pasien suspect COVID-19 yang menunjukkan gejala ringan, bisa dirawat di rumah terlebih dahulu, sebelum harus diisolasi di rumah sakit.

Seperti apa ya indikator pasien suspect COVID-19 bergejala ringan yang bisa melakukan perawatan di rumah? Berikut di bawah ini ulasan panduan dari situs resmi WHO, Senin (9/3/2020).

Mengenali gejala

covid

Disebutkan oleh WHO, yang termasuk gejala ringan itu meliputi demam ringan, batuk, hidung meler, atau sakit tenggorokan, tanpa disertai sesak napas atau kesulitan bernapas atau dahak. Tidak disertai juga dengan hempotisis yakni gejala gastrointestinal, seperti mual, muntah, diare. Pasien juga tidak merasa lesu.

Tidak ada penyakit bawaan

Pasien lainnya yang disebutkan WHO bisa perawatan di rumah, selain pasien gejala ringan ialah pasien yang tidak memiliki kondisi kronis. Misalnya memiliki penyakit paru, jantung, gagal ginjal, yang mana menempatkan pasien pada peningkatan risiko.

Penilaian

covid

Jika memang perawatan dilakukan di rumah, seorang petugas kesehatan profesional yang terlatih, harus melakukan penilaian untuk memverifikasi, apakah tempat tinggal tersebut cocok sebagai lokasi perawatan. Petugas kesehatan juga harus menilai, apakah pasien dan keluarganya bisa mematuhi rekomendasi tindakan pencegahan yang akan terjadi, sebagai bagian dari isolasi perawatan di rumah.

Contohnya soal kebersihan tangan, kebersihan pernapasan, pembersihan lingkungan, pembatasan pergerakan di rumah dan sekitarnya, hingga masalah keamanan.

Komunikasi

Hubungan komunikasi dengan penyedia layanan kesehatan atau tenaga kesehatan publik harus terjalin selama periode perawatan di rumah, yaitu sampai gejala pasien telah sepenuhnya teratasi.

Informasi tentang mode infeksi dan transmisi COVID-19 yang lebih komprehensif, diperlukan untuk menentukan durasi tindakan pencegahan isolasi rumah.

Edukasi

Pasien dan semua penghuni rumah harus diedukasi dengan optimal, edukasi tentang kebersihan pribadi diri, langkah-langkah Infection Prevention and Control (IPC) dasar, cara merawat angggota keluarga yang diduga terinfeski COVID-19 seaman mungkin, untuk mencegah infeksi menyebar.

Pasien dan keluarga harusdiberikan dukungan dan pendidikan yang berkelanjutan. Pemantauan harus dilanjutkan selama perawatan di rumah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini