Pengawasan Berlapis Bandara Tak Jamin Bisa Deteksi Pasien Korona COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 481 2180397 pengawasan-berlapis-bandara-tak-jamin-bisa-deteksi-pasien-korona-covid-19-nDQrOAAaxK.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

SEJAUH ini ada empat negara dengan kasus virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tertinggi. Antara lain China, Korea Selatan, Italia dan Iran.

Meski begitu, pemerintah Indonesia belum menutup akses penerbangan dari empat negara terpapar COVID-19 tersebut. Namun pengawasan ketat sudah dilakukan.

covid

Seperti dijelaskan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, di seluruh bandara internasional yang memiliki penerbangan empat negara terinfeksi COVID-19, sudah diberlakukan pengawasan berlapis.

"Penumpang dari dan ke 4 negara terinfeksi COVID-19 harus membawa sertifikat kesehatan dari negaranya sebelum mendarat di Indonesia," paparnya dalam jumpa pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Setiba di Indonesia, lanjut dia, penumpang menjalani pemeriksaan kesehatan berlapis, dengan thermal scanner pasif (yang ditempatkan di pintu masuk dan keluar) dan dengan thermal scanner mobile.

Awaluddin menegaskan, sampai sekarang Indonesia belum menutup penerbangan dari, juga keempat negara yang terinfeksi. "Karena itu, pengawasan ketat yang kemudian kami lakukan untuk setidaknya mengawasi mereka yang masuk ke Indonesia," tambahnya.

Di sisi lain, Juru Bicara Penanganan Kasus COVID-19 Achmad Yurianto menegaskan bahwa penggunaan thermal scanner, tidak bisa menjamin 100 persen dapat mendeteksi pasien COVID-19.

"Pengawasan di bandara dengan termal scanner atau termal gun itu tidak bisa menangkap orang yang terinfeksi COVID-19, karena mereka dalam episode inkubasi," tegasnya di momen yang sama.

Masa inkubasi ini maksudnya adalah orang yang terinfeksi COVID-19 bisa saja lolos karena dia masih belum menunjukan gejala serius. Alhasil, pasien bisa tak terdeteksi oleh dua alat tersebut. Pun melalui pengawasan berlapis.

"Banyak kasus positif COVID-19 tapi pasien gejala minim, seperti influenza like illness saja. Nah, mereka yang merasa itu adalah influenza, mereka akan mengakses obat di pasaran yang pada umumnya obat ini bisa menurunkan panas," tambah Yuri.

Ia menegaskan bahwa thermal scanner tidak memberikan jaminan 100 persen dapat melacak keberadaan pasien COVID-19. Meski begitu, ia berharap pendatang dari 4 negara terinfeksi mau kooperatif ketika mengalami gejala COVID-19.

"Berobat ke mana saja dan tunjukan HAC (Health Alert Card) yang diberikan di bandara. Dengan begitu, pasti fasilitas kesehatan yang melayani akan mengakses sistem peringatan dini," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini