13 Orang Meninggal, Sikka NTT Dinyatakan KLB DBD

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 22:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 481 2180745 13-orang-meninggal-sikka-ntt-dinyatakan-klb-dbd-zxKoBU5dhz.jpeg Menkes Terawan (Foto : Kemkes.go.id)

Kabupatan Sikka di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Seiring dengan kabar meninggalnya 13 orang akibat DBD. 

Untuk meninjau kondisi terkini, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto berkunjung ke Sikka. Tak hanya memastikan, Menkes Terawan juga fokus melakukan penanganan DBD.

Jumlah kasus DBD di Sikka, kata Menkes Terawan, jumlahnya  terus meningkat. Bahkan Pemerintah Daerah setempat sudah meningkatkan status KLB DBD, dari sebelumnya tahap tiga, kini sudah memasuki KLB tahap empat, sejak Selasa 3 Maret 2020.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit jumlah korban yang dirawat sejak 1 Januari hingga 9 Maret 2020 berjumlah 1.195 kasus dan tersebar di beberapa kabupaten/kota di NTT, sementara total kematian akibat DBD se-provinsi NTT sebanyak 31 orang.

Menkes Terawan

“Kalau ini tidak diatasi dengan baik akan membuat hal yang tidak nyaman. Ini yang justru mematikan, bayangkan hanya dalam hitungan bulan sama hari," ucap Menkes Terawan, dilansir dari Sehatnegeriku. 

Menkes Terawan menyebut, kebanyakan anak-anak  yang meninggal dunia akibat DBD di Sikka. Warga diharapkan apabila terjadi sakit panas secepatnya berobat ke Puskesmas.

Pencegahan juga harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pemda setempat sudah berupaya melakukan fogging, sosialisasi bahaya DBD, membagikan lotion anti-nyamuk, dan membagikan bubuk abate. Pemda setempat juga telah membagikan obat anti nyamuk ke setiap sekolah.

Dinkes bahkan setempat telah membuka posko laboratorium yang bisa digunakan masyarakat untuk mengecek darahnya. Petugas posko disiagakan selama 24 jam.

Tak hanya di Sikka, Menkes Terawan juga bakal meninjau daerah lainnya. Itu sesuai dengan arahan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Daerah lain juga masih ada saya akan cek,” katanya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini