Kasus Remaja Bunuh Balita, Ini Tanggapan Sutradara Film Anggy Umbara

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 196 2181283 kasus-remaja-bunuh-balita-ini-tanggapan-sutradara-film-anggy-umbara-UWP89j0tn1.jpg Kasus remaja bunuh balita (Foto : Official iNews/Youtube)

Kasus pembunuhan yang dilakukan remaja berusia 15 tahun terhadap balita berumur lima tahun yang terjadi beberapa waktu lalu telah menyita banyak perhatian publik. Salah satunya adalah Sutradara Film, Anggy Umbara.

Sebagaimana diketahui remaja perempuan berusia 15 tahun tersebut tega membunuh balita karena terinspirasi dari film horor yang ditontonnya. Ia nekat menghabisi korbannya dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi. Setelah lemas korban kemudian dibawa ke tempat tidur dan menyumpal mulut korban dengan tissue.

Anggy menjelaskan adanya adegan kekerasan tergantu dari genre film yang diputar. Ia mencontohkan film action harus ada aksi di dalamnya seperti berantem-beranteman, bunuh-bunuhan atau film perang. Tapi tidak setiap film horor ada adegan pembunuhannya.

“Kalau film thriller biasanya ada misteri pembunuhan ada psikopat. Ini idenya dari luar dan merupakan budaya dari Hollywood datang ke sini dan berkulturasi dengan budaya kita sendiri. Semuanya datang dari imajinasi yang tidak ada batasnya,” terang Anggy, dalam wawancara dengan iNews TV, belum lama ini.

Remaja Bunuh Balita

Selain itu Anggy menjelaskan saat ini banyak anak-anak yang bisa mengakses beraneka film di luar bioskop dengan mudah. Salah satunya adalah film berjudul Slender Man yang menjadi inspirasi banyak kasus pembunuhan di luar negeri.

“Slender man ini tadinya dari game bukan film. Berarti akses ke kekerasan tersebut bisa berawal dari apa yang menjadi contoh atau apa yang menjadi doktrin bagi mereka. Ya informasi, akses dari internet ini semua yang bisa kita pilah-pilah,” lanjutnya.

Terkait dengan kasus penembakan di luar negeri pada saat peluncuran film Joker, Anggy pun menjelaskan bahwa sang pelaku memiliki keterikatan dengan sosok Joker. Karakter Joker hadir dalam diri sang tersangka dan bisa merepresentasikan apa yang ia rasakan.

“Ini sebenarnya menjadi kasus sudah lama yang berasal dari bullying. Karena kasus penembakan tersebut kan berasal dari hal tersebut dengan adanya kemarahan yang akhirnya terlampiaskan dengan aksi itu,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini