Fakta Pelihara Ikan Cupang Efektif untuk Cegah DBD

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 481 2181282 fakta-pelihara-ikan-cupang-efektif-untuk-cegah-dbd-HslyCDZ7Rf.jpg Pelihara ikan cupang efektif cegah DBD (Foto : Bettafishorg)

Wabah Deman Berdarah Dengue (DBD) yang melanda wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Ternyata wabah DBD ini bisa ditanggulangi dengan memelihara ikan cupang pada wadah yang tergenang air.

Melansir dari One Library, Selasa (10/3/2020), betta splendens regan atau dikenal dengan ikan cupang memiliki karakteristik biologis yang mendukung dalam pengendalian larva aedes aegypti-penyebab DBD secara domestik. Ikan jenis ini memiliki kemampuan mengonsumsi larva yang cukup tinggi.

Selain itu ikan cupang juga mampu bertahan hidup dalam waktu yang lama. Pada penelitian yang dilakukan, dalam wadah berisi dua liter air, ikan cupang mampu membunuh rata-rata 319 anopheles stephensi pupae (larva nyamuk anopheles) dalam satu hari.

Setelah lima minggu terus menerus dengan larva nyamuk Aides Aegypti dalam kondisi laboratorium, ikan cupang betina dapat memakan hingga 500 larva setiap harinya. Ikan cupang betina juga dapat bertahan pada konsenterasi air dengan 1,0 mg/l klorin dengan nyaman.

Bahkan 75 persen ikan cupang mampu bertahan pada air dengan konsenterasi klorin sebanyak 1,50 mg/l. Di Brasil, konsenterasi residu klorin dalam wadah domestik berkisar dari 0,50 hingga 2,00 mg/l.

Ikan Cupang

(Foto : AP)

Hasil awal menunjukkan bahwa ikan cupang sangat manjur sebagai predator larva Aides Aegypti. Di Kota Fortaleza, ikan cupang dapat dibeli di toko-toko yang menjual ikan hias untuk akuarium. Mereka juga bisa mendapatkan ikan ini dengan memancing di danau-danau pinggiran kota.

Ibukota Negara Bagian Ceara telah menggunakan spesies ikan cupang betina sebagai strategi kontrol biologis untuk nyamuk Aides Aegypti sejak 2001.

Di Brasil Timur Laut terutama pada daerah-daerah di mana pasokan air kurang bagus, penduduk menggunakan wadah untuk mengumpulkan air. Orang-orang menggunakan tangki tanah karena di beberapa daerah tekanan air yang disediakan oleh pasokan air publik tidak cukup untuk mencapai tangki yang ditinggikan.

Selain itu, orang juga tidak mungkin untuk menempatkan penutup permanen pada tangki tanah karena air diambil melalui mulut tangki. Jadi, ikan cupang betina sangat cocok untuk digunakan di tangki tanah.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini