Korona COVID-19 Disebut Pandemi, Cegah Penularannya Sedini Mungkin

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 12 Maret 2020 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 481 2182015 korona-covid-19-disebut-pandemi-cegah-penularannya-sedini-mungkin-Yccc1qj89s.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi. Apa yang mesti dilakukan dalam kehidupan sehari-hari?

Dikutip Okezone dari BBC, Kamis (12/3/2020), pandemi didefinisikan dari penyakit yang menyebar di banyak negara, di berbagai penjuru dunia, dalam kurun waktu bersamaan. Disebutkan lebih lanjut, penggunaan kata pandemi oleh WHO untuk menggambarkan penyebaran wabah virus korona/COVID-19 di dunia, sebetulnya bukan menjadi hal yang mengejutkan.

korona

Sebelum dinyatakan sebagai pandemi, selama ini dikatakan sebagai ancaman atau berpotensi sebagai pandemi. Namun akhirnya dengan jumlah kasus yang terjadi di lebih dari 100 negara di dunia, dan peningkatan jumlah yang tidak terkait dengan travel, akhirnya ada perubahan di penggunaan bahasa.

Meski sudah pandemi, bukan berarti situasi ini tidak bisa dikontrol. Ketika pandemi artinya menjadi wake-up call, atau tanda untuk beraksinya bagi semua negara agar tidak menyerah tidak peduli seberapa besar angka kasus yang terjadi.

Intinya, negara-negara yang mengalami kasus infeksi virus korona/COVID-19, diinstruksikan untuk tetap melanjutkan upaya-upaya yang telah disarankan untuk dilakukan. Artinya, negara-negara di dunia harus melakukan upaya lebih lagi, salah satunya meningkatkan respon.

Penggunaan kata pandemi, mengutamakan betapa pentingnya negara-negara di dunia, untuk mengambil tindakan darurat merespon outbreak yang terjadi di negara mereka masing-masing. Sehingga kini kasus virus korona/COVID-19 menjadi tanggung jawab semua orang.

info

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jumlah kasus di luar China meningkat 13 kali lipat selama dua minggu terakhir.

Italia bahkan sudah berstatus lockdown, mengatakan bahwa semua pertokoan akan ditutup kecuali toko makanan dan obat-obatan. Begitu juga perusahaan yang tidak esensial, juga akan ditutup.

Situasi ini diumumkan sebagai lockdown paling sulit yang ada di benua Eropa. Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan bar-bar, restoran, kafe, hairdressers tidak dapat menjamin jarak di antara para konsumen.

Begitu juga Indonesia, sejauh ini sudah 34 orang terinfeksi virus korona/COVID-19, satu di antaranya meninggal dunia. Di mana saja, Anda harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus korona/COVID-19 dengan berbagai upaya, seperti menjaga kebersihan diri dan imunitas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini