Cegah Gagal Ginjal, Kapan Harus Periksakan Diri?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 12 Maret 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 481 2182228 cegah-gagal-ginjal-kapan-harus-periksakan-diri-QFC3vHSVVm.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Sebagian besar masyarakat di dunia masih berhadapan dengan risiko gagal ginjal. Gagal ginjal menempati urutan keempat sebagai penyakit katastropik dengan biaya termahal setelah jantung, kanker dan stroke.

Ketua Umum PB PERNEFRI, dr. Aida Lydia, PhD, Sp. PD-KGH menjelaskan, penyakit ini sebenarnya bisa dicegah sejak dini dengan memperhatikan segala faktor risiko dan rutin dalam melakukan pemeriksaan. Pasalnya hipertensi dan diabetes menjadi dua faktor utama pemicu gagal ginjal.

“Pokoknya sejak sebelum orang sakit. Pada usia muda tekanan darah bisa diperiksa secara tahunan. Tapi kalau usai di atas 50 tahun harus lebih sering, karena tekanan darah lebih gampang tinggi karena pembulu darahnya kaku,” terang dr. Aida, kepada Okezone.

Dokter Aida juga menyarankan seseorang untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah dan urine (air seni). Pasalnya dengan melakukan pemeriksaan urine, maka bisa tergambar apakah seseorang mengalami gangguan ginjal atau tidak.

“Apakah ada kandungan protein berlebih dalam urine. Periksa kadar kreatinin darah untuk melihat laju filtrasi. Kalau ada gangguan fungsi ginjal bisa dicek, sudah masuk ke stadium berapa? Bisa di cek di layanan primer seperti puskemas,” lanjutnya.

Cek Fungsi Ginjal

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), dr. Cut Putri Arianie, MHKes, mengatakan pemeriksaan faktor risiko gagal ginjal sebenarnya bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Ia menegaskan hal yang paling dibutuhkan adalah niat dari masyarakat.

“Bisa dicek secara mandiri dengan menggunakan alat tensi sendiri dan cek gula darah. Untuk mengetahui ukuran tubuh bisa menggunakan meteran dan timbangan. Kalau gak punya alat bisa ke Posbindu. Kalau sudah sakit bisa pergi ke layanan kesehatan,” terang dr. Cut.

Senada dengan dr. Aida dan dr. Cut, Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, drg. Saraswati, MPH menjelaskan pemeriksaan hipertensi dan diabetes bisa dimulai pada anak dengan usia di atas 15 tahun.

“Berdasarkan program Indonesia sehat seseorang bisa mulai diperiksa tekanan darah dan kadar gulanya pada usia di atas 15 tahun. Tapi buat anak yang mengalami kegemukan atau obesitas, maka sebelum usia 15 tahun pun tekanan darah mereka sudah di atas normal,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini