Sudah Cukup Dewasa Kah Masyarakat Kita Singkapi Isu Korona COVID-19?

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 12 Maret 2020 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 612 2182506 sudah-cukup-dewasa-kah-masyarakat-kita-singkapi-isu-korona-covid-19-WpW1phYXLn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH tetap konsisten tidak membeberkan nama bahkan daerah tempat pasien yang positif Virus Korona COVID-19 berasal. Meskipun, sebelumnya pasien pertama dan kedua telah diketahui identitasnya.

Juru Bicara Penanganan Korona COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan sebuah daerah tidak bisa dikategorikan menjadi tempat penyakti. Hal ini lantaran virus Korona COVID-19 pembawa penyakitnya adalah orang.

Dia mencontohkan, ketika ada pasien positif COVID-19 di sebuah daerah, lantas daerah tersebut dijadikan merah, maka ketika orang tersebut keluar dari daerah itu, maka daearh itu tidak bisa lagi disebut waspada. Karena itu, yang lebih diperhatikan adalah ke mana pergerakan individu yang positif terkena virus tersebut.

"Yang penting gambaran tracing orang ini gerak ke mana. Teknologi itu sangat bagus dalam sisi epidomologi," kata dia di Kantor Staff Presiden (KSP), Jakarta.

arena banyak penduduk yang bukan orang jakarta tapi kalau siang ada di sini,

"Makanya dalam kepentingan ini kita memiliki data dan miliki alat ukur. Karena banyak penduduk yang bukan orang jakarta tapi kalau siang ada di sini," tambah dia.

Dengan virus tersebut menempel pada pasien, maka virus akan terus bergerak. Selain itu, dia pun memilih tidak mengekspose orang yang terindikasi positif virus Korona COVID-19 karena adanya stigma di masyarakat.

"Pertanyaanya, apakah masyarakat kita sudah cukup dewasa? Wong kita baru sebut nama, orang saja sudah luar biasa (heboh)," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini