nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Cara Ideal Cegah Korona COVID-19 di Angkutan Umum?

Jum'at 13 Maret 2020 16:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 13 406 2182866 bagaimana-cara-ideal-cegah-korona-covid-19-di-angkutan-umum-fBQppRn7N7.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PENGGUNA angkutan umum harus benar-benar dapat mencegah penularan virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Sebab, para ahli menyebut di angkutan umum penyebaran COVID-19 mudah saja terjadi.

Karena di angkutan umum tergolong tempat tertutup dan dipenuhi banyak orang. Bahkan, Lingkar Studi Transportasi (Transportologi) menuliskan laporannya, terkait pentingnya pencegahan penyebaran virus korona/COVID-19 di angkutan umum.

covid

Sejumlah alasan mengapa hal ini penting dilakukan, yakni angkutan umum menampung banyak orang di ruang tertutup dengan ventilasi minim. Selain itu, angkutan umum tidak memiliki akses untuk mengidentifikasi orang yang berpotensi sakit.

"Banyak permukaan yang disentuh bersama-sama di angkutan umum seperti tiket, pegangan tangan, kursi, dan lain-lain,” tulis redaksi Transportologi, sebagaimana Okezone dikutip Solopos.

Dilansir dari situs resmi Transportologi, pada situasi wabah meluas di dalam kota, transportasi umum tidak hanya perlu meningkatkan kebersihan armada, halte dan stasiun. Tetapi juga harus memastikan kesehatan kru, hingga dalam situasi terburuknya harus menutup layanan atau tidak beroperasi sama sekali.

Masih dalam laporan yang sama, berikut ini adalah langkah-langkah yang harus disiapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Bisa melalui serangkaian tahap mulai dari persiapan, perlindungan personal, pengurangan kontak, pengurangan layanan, dan menggunakan komunikasi krisis.

Perlindungan personal penting untuk meminimalisasi risiko tertular COVID-19 di angkutan umum oleh kru, maupun penumpang. Langkah-langkahnya meliputi, petugas dan pegawai disarankan rutin menjaga kebersihan, mencuci tangan, dan menutup mulut dengan siku jika batuk.

Selanjutnya, menyediakan hand sanitizer dan tisu di setiap kamar ganti, kamar mandi kru dan pegawai, tempat rapat dan kantor.

“Pembersihan armada perlu dilakukan rutin dan meningkatkan pembersihan di lokasi yang sering disentuh bersama-sama,” imbuhnya.

Tak hanya itu, petugas wajib menggunakan sarung tangan sekali pakai saat harus mengurusi penumpang yang sakit, membersihkan cairan yang dikeluarkan tubuh atau benda-benda yang berpotensi terkontaminasi.

Pengurangan kontak penting dilakukan jika tingkat risiko dinilai tinggi. Pengurangan kontak ini bisa dilakukan dengan petugas layanan penumpang hanya disediakan di stan atau meja informasi dengan jarak yang cukup jauh dari penumpang. Selain itu perlu mengubah cara pembayaran dan pemberian tiket oleh pramugari/pramugara.

Tak hanya itu, untuk mencegah penyebaran COVID-19 di angkutan umum, manajemen sebaiknya mengurangi pertemuan di kantor, serta mengalihkan kerja yang bisa dilakukan di rumah.

Lalu, mengubah rapat bertatap muka dengan rapat bersama dengan telepon untuk mengurangi kontak sesama pegawai.

“[Pengelola harus] memberi jarak antarorang antara 1-2 meter di dalam bus untuk mengurangi kontaminasi dari bersin dan batuk. Atau mengurangi jumlah penumpang bus hingga separuh dari kapasitas bun untuk mengurangi kontak antarpenumpang,” tulis Transportologi.

covid

Pencegahan penyebaran COVID-19 di angkutan umum, lanjut Transportologi, manajemen bisa melakukan upaya strategis lainnya. Misalnya, pendaftaran nama dalam tiket agar dapat dipakai sebagai dasar pemeriksaan di kemudian hari, memasang pembatas sopir dan penumpang dan membuka ventilasi pada jangka waktu tertentu.

“[Manajemen] menghentikan penjualan tiket fisik, pemberian masker gratis kepada pengguna yang menunjukkan batuk atau bersin-bersin atau menolak sama sekali pengguna yang tidak menggunakan masker.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini