Penyebab Tidur Mendengkur Mulai dari Obesitas hingga Saluran Napas Menyempit

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 13 Maret 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 481 2182767 penyebab-tidur-mendengkur-mulai-dari-obesitas-hingga-saluran-napas-menyempit-pWwO6ihGo9.jpg Ilustrasi (Foto : Askmen)

Salah satu kebiasaan tidur yang sering dialami oleh sebagian orang adalah mendengkur. Mungkin sudah menjadi hal yang biasa, tapi tahukah Anda kenapa seseorang tidur mendengkur?

Melansir The Sun, dengkuran adalah suara berderak yang keluar saat seseorang bernapas ketika tidur. Suara ini disebabkan oleh getaran di langit-langit lunak dan jaringan yang terletak di bagian belakang mulut, hidung, pangkal lidah, atau tenggorokan. Pada dasarnya setiap orang bisa mendengkur dalam tidurnya.

Tapi pada beberapa orang suara dengkuran menjadi begitu keras sehingga dapat didengar orang lain. Pada yang lainnya, mereka mendengkur namun tidak mengeluarkan suara. Tapi ada pula yang mendengkur sangat jarang karena kondisi tertentu seperti sedang pilek atau flu.

Selain karena getaran, ada beberapa faktor yang membuat suara dengkuran menjadi lebih buruk. Hal itu lantaran saluran udara semakin sempit ketika seseorang tertidur.

Tidur Mendengkur

Salah satu faktornya adalah obesitas, lingkar leher lebih dari 17 inci. Meminum alkohol dan merokok juga dapat menyebabkan saluran napas menyempit yang pada gilirannya meningkatkan risiko mendengkur.

Terdapat juga beberapa obat seperti penenang dan anti-depresan tertentu yang terbukti memiliki pengaruh terhadap gelombang udara.

Alergi pun bisa memperparah dengkuran karena zat seperti serbuk sari dapat menyebabkan hidung tersumbat. Walaupun banyak faktor yang menjadi penyebab mendengkur, beruntung hal ini bisa diatasi.

Kebanyakan orang yang pergi menemui dokter untuk mengatasi dengkuran biasanya disarankan untuk mengubah gaya hidupnya. Contohnya menurunkan berat badan untuk berhenti membuat kebisingan.

Selain itu, ada alat anti-dengkur untuk mencegahnya seperti pelindung mulut dan strip hidung. Namun apabila pada akhirnya tidak bisa membantu, dokter biasanya merekomendasikan operasi terhadap jaringan lunak meskipun jarang dilakukan karena memiliki efek samping.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini