5 Mitos Seputar Tidur yang Bikin Takjub

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 15 Maret 2020 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 13 481 2182937 5-mitos-seputar-tidur-yang-bikin-takjub-JsAxwNFVU9.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

Penyakit tidak menular sering dikaitkan dengan waktu tidur

Masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan depresi tidak berhubungan dengan jumlah dan kualitas tidur seseorang. Penelitian menemukan hubungan antara kuantitas dan kualitas tidur seseorang, terhadap banyak masalah kesehatan.

Kurang tidur memengaruhi sekresi hormon pertumbuhan yang terkait dengan obesitas. Karena jumlah sekresi hormon berkurang, peluang kenaikan berat badan meningkat.

Sementara itu, pola tidur yang terganggu dapat mempengaruhi penurunan tekanan darah, yang menyebabkan hipertensi dan masalah kardiovaskuler. Penelitian juga menunjukkan, kurang tidur dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin, yang dapat menyebabkan timbulnya diabetes.

Semakin tua usia, semakin sedikit jam tidur yang Anda butuhkan

Ahli tidur merekomendasikan kisaran tidur tujuh hingga sembilan jam untuk rata-rata orang dewasa. Sementara pola tidur berubah, seiring bertambahnya usia, tapi jumlah waktu tidur yang dibutuhkan umumnya tidak.

Orang yang lebih tua mungkin lebih sering terbangun sepanjang malam, atau mungkin benar-benar kurang tidur malam hari. Akan tetapi, yang harus diingat kebutuhan tidur orang tua tidak kurang dari orang dewasa, yang lebih muda. Alhasil, orang tua cenderung tidur lebih banyak di siang hari.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini