Minim Risiko Sakit Korona COVID-19, Anies Sebut Anak-Anak Faktor Carier

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 14 Maret 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 14 481 2183311 minim-risiko-sakit-korona-covid-19-anies-sebut-anak-anak-faktor-carier-ZnhkNNrQra.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk meliburkan semua sekolah di Jakarta. Hal ini lantaran penyebaran virus Korona COVID-19 yang semakin masif.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, penutupan sekolah ini akan berlangsung selama dua minggu. Kemudian, aturan ini akan direview di akhir, pekan kedua, apakah sudah kondusif untuk kembali dilanjutkan atau masih harus diliburkan.

Menurut Anies, anak-anak diliburkan bukan lantaran takut terpapar Virus Korona COVID-19. Pasalnya, merujuk dari beberapa tempat yang telah mengalami outbreak dandata, anak-anak tidak banyak terjangkit.

"Tapi mereka menjadi carier dari orang dewasa ke dewasa lainnya. Meskipun mereka tidak terjangkit, tapi mereka bisa menularkan ke orangtuanya," jelas Anies di Balai Kota.

Selain menutup semua sekolah, ujian nasional yang sedianya dilangsungkan Senin besok juga ditunda.

Dia melanjutkan, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah memang tidak lepas dari peran orang dewasa, baik itu guru maupun orang tuan. "Dan itu punya potensi peningkatan intensitas antara orang dewasa," tutur dia.

Karenanya, dengan sekolah ditutup kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah, kurangi kegiatan di luar. "Kita tidak tutup jakarta, tapi masyarakat harus ambil sikap bertanggung jawab," tukasnya.

Sekadar informasi, keputusan yang diambil Pemprov DKI Jakarta ini dilakukan setelah adanya usulan dari beberapa dokter, termasuk perwakilan dari WHO lewat teleconference.

Selain menutup semua sekolah, ujian nasional yang sedianya dilangsungkan Senin besok juga ditunda.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini