Kekurangan dan Kelebihan Istri Jadi Wanita Karier

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 15 Maret 2020 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 15 196 2183554 kekurangan-dan-kelebihan-istri-jadi-wanita-karier-uqmKeQGzvM.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

DI zaman modern seperti sekarang, konsep emansipasi perempuan vokal diserukan. Salah satunya tak sedikit perempuan memilih bekerja, juga untuk seorang istri di sela mengurusi rumah tangga.

Saat ini memang perempuan bahkan dianggap memiliki hak untuk berkarya dan sukses. Sama halnya dengan kaum laki-laki di lingkungan kerja. Bahkan tak sedikit pula seorang istri mengejar karier di bidang yang digeluti.

Padahal kalau perempuan sudah menikah atau sudah berkeluarga, tentunya posisi diri yang bukan lagi hanya seorang diri. Tapi juga istri dan ibu sekaligus wanita karier, yang menghadirkan kekurangan dan kelebihan.

pasutri

Kekurangan dan kelebihan dalam rumah tangga jika posisinya istri bekerja ini, memang hadir dari berbagai aspek. Baik dari keuangan atau finansial, psikis, sampai dinamika hubungan antara suami-istri itu sendiri.

Penasaran apa sih plus minus istri bekerja? Diterangkan oleh Psikolog Dewasa Zarra Dwi Monica, MPsi, berikut paparan singkatnya di bawah ini, Minggu (15/3/2020).

Kelebihan:

Finansial

Jelas, dengan istri bekerja artinya secara asumsi umum (suami bekerja) ada dua sumber pendapatan dalam rumah tangga tersebut. Ada penghasilan tambahan sehingga secara finansial relatif lebih baik.

Pengertian

Pengertian di sini maksudnya adalah di dalam hubungan suami-istri. Sebab, karena sama-sama bekerja, istri jadi paham stres kerja. Disebutkan Zarra, ini bisa jadi hal yang positif karena kecenderungan untuk protes ke suami mengenai terlalu sibuk kerja bisa lebih minim.

Ada teman diskusi

Berangkat dari pengertian, sama-sama ada di posisi bekerja di luar. Memahami beban dan stres pekerjaan dari pasangan, maka seputar pekerjaan bahkan berpotensi besar untuk jadi bahan diskusi

Pengalihan bagi istri

Khusus bagi istri, Zarra mengemukakan untuk kondisi khusus, istri bekerja justru dibutuhkan sebagai kegiatan pengalihan. Contoh sederhana, jika dalam menjalani kehidupan kesehariannya istri sama sekali tidak ada kegiatan sehingga berdampak negatif (misalnya jadi sensitif karena sebenarnya bosan). Maka dengan bekerja ini bisa sebagai pengisi waktu.

Kekurangan:

Habis waktu

Ya, pada umumnya dengan istri bekerja maka membuat waktu yang digunakan bersama dengan keluarga juga menjadi lebih sedikit, karena perlu dibagi dengan pekerjaan. Bukan hanya bisa jadi dampak negatif terhadap suami, tapi juga orang-orang terdekat di sekitarnya.

Pengertian lebih

Waktu yang lebih sedikit untuk mengurus turun tangan langsung tetek-bengek urusan rumah tangga, karena istri bekerja. Sehingga akan dibutuhkannya pengertian lebih dari suami dan orang-orang di sekitarnya. Mengingat, dengan bekerja, maka ada keterbatasan perihal waktu. Zarra menyarankan, maka dari itu sebaiknya membebankan seluruh pekerjaan kepada istri, karena sebenarnya pekerjaan rumah tangga itu adalah tanggung jawab bersama.

Pasangan merasa tersaingi

Kekurangan yang satu ini bisa sekali muncul ketika kareir istri lebih cemerlang. Sebab, tidak menampik bahwa terkadang suami ditambah egonya sebagai laki-laki, mungkin merasa tersaingi atau merasa harga dirinya turun.. karena istri memiliki karier yang lebih baik. Jika sampai terjadi, Zarra menuturkan harus ada sudut pandang lain dari suami.

“Sebaiknya coba lihat dari sudut pandang lain, bahwa keberhasilan istri juga membuktikan adanya suami yang suportif, serta bisa jadi motivasi bagi suami untuk semakin berkembang di pekerjaannya sendiri,” ujar Zarra, saat dihubungi baru-baru ini.

Zarra menilai, terlepas dari apapun pro dan kontranya tentang istri yang bekerja. Keputusan akhir akan tetap menjadi hak dari orang yang menjalaninya.

“Menurut saya, di luar apapun pro dan kontranya, keputusan untuk bekerja atau enggak seharusnya jadi hak orang tersebut. Orang lain sebaiknya tidak memberikan judgment tertentu," tuturnya.

"Balik lagi, pertimbangan memutuskan bekerja atau full time jadi ibu rumah tangga yang tahu alasannya adalah individu dan suaminya sendiri,” tutup Zarra.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini