Imbas Virus Corona, Angka Perceraian di China Melonjak Tinggi

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 16 Maret 2020 19:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 16 196 2184264 imbas-virus-corona-angka-perceraian-di-china-melonjak-tinggi-riBl5mojLl.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASYARAKAT di China, sudah sejak lama melakukan karantina di rumah untuk mencegah penularan virus corona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Tapi imbas dari itu, angka perceraian di China malah melonjak.

Menurut laporan media lokal setempat, karantina rumah disebutkan membuat angka perceraian di China malah melonjak tinggi, sebagaimana diwarta Alarabiya, Senin (16/3/2020).

cerai

Lebih lanjut disebutkan, Kota Xi’an menjadi kota dengan catatan angka tertinggi. Kota Xi’an yang mana adalah ibu kota Provinsi Shaanxi, dilaporkan oleh Global Times pekan laku, memiliki catatan angka tinggi untuk permintaan perceraian.

Kantor urusan pencatatan pernikahan di sebagian distrik Xi’an, mendapati begitu banyak angka kasus pengajuan permintaan untuk bercerai, setelah kantor ini kembali dibuka untuk beroperasi.

Sejak 24 Februari 2020 lalu, sebanyak 300 pasangan telah dijadwalkan untuk bercerai. Disebutkan oleh Manajer Kantor Urusan Catatan Pernikahan di Kota Dazhou, Lu Shijin, angka perceraian melonjak tinggi, jika dibandingkan sebelum adanya wabah virus corona COVID-19.

“Angka perceraian telah meroket dibandingkan di waktu sebelum wabah virus corona COVID-19,” ujar Lu Shijun.

Mengapa fenomena ini bisa terjadi? Rupanya, fenomena melonjaknya angka perceraian ini disebutkan, kemungkinan karena para pasangan suami-istri terperangkap atau stuck, menghabiskan waktu bersama terlalu banyak. Mereka terkurung di rumah, dalam kurun waktu yang cukup panjang karena proses karantina.

Tak hanya di Kota Xi’an, di beberapa kantor Civil Affairs Bureau juga jadwal pendaftaran perceraian telah penuh hingga 18 Maret 2020 mendatang.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini