nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Objek Wisata di Klaten Ditutup untuk Antisipasi Penyebaran Corona

Senin 16 Maret 2020 20:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 16 406 2184289 4-objek-wisata-di-klaten-ditutup-untuk-antisipasi-penyebaran-corona-o09ssGh3K0.jpg

Empat objek wisata di Klaten, Jawa Tengah, untuk sementara ditutup untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Penutupan bakal berlangsung selama sepekan mulai Senin 16 Maret-Minggu 22 Maret, sembari melihat perkembangan penyebaran virus Corona.

Keempat objek wisata itu adalah Objek Mata Air Cokro (OMAC), Bukit Sidoguro, Candi Plaosan, dan Candi Sojiwan. “Pertimbangannya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di tempat wisata,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho dikutip dari Solopos.com, Senin (16/3/2020).

Penutupan empat objek wisata ini sekaligus untuk membersihkan objek wisata dari potensi penyebaran virus Corona serta menyiapkan sarana prasarana berupa tempat cuci tangan untuk wisatawan.

Dia menyebut di Bukit Sidoguro disiapkan 12 lokasi cuci tangan dilengkapi sabun. Terkait objek wisata lainnya yang dikelola pemerintah desa atau Badan Usaha Milik (BUM) desa, Nugroho mengimbau agar menyesuaikan. Penyesuaian yang dimaksud yakni menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi sabun bagi para pengunjung.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan penutupan empat objek wisata yang dikelola Pemkab itu dilakukan selama sepekan sembari melihat perkembangan penyebaran virus Corona secara nasional.

“Apakah nanti Senin objek wisata akan dibuka atau masih ditutup akan kami rapatkan,” jelas Ronny yang juga Ketua Satgas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Klaten.

Terkait objek wisata lainnya, Ronny mengatakan sudah meminta kepada para camat untuk melakukan pemantauan termasuk persiapan sarana dan prasarana berupa tempat cuci tangan serta sabun di sejumlah lokasi objek wisata.

“Tempat wisata lain wajib menyediakan sarana prasarana cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Kami akan menggali informasi dari laporan camat-camat terkait kondisi objek wisata di wilayah mereka masing-masing,” pungkasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini