nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Virus Corona, Wisatawan Tak Bisa Menyeberang ke Pulau Gili Lombok

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 17 Maret 2020 18:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 17 406 2184762 antisipasi-virus-corona-wisatawan-tak-bisa-menyeberang-ke-pulau-gili-lombok-PyOPscZvHq.jpg Ilustrasi. (Foto: Wonderlustchloe)

SELAMA ada wabah virus corona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), wisatawan yang ingin berlibur ke Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno di Lombok, harus menahan dahulu. Sebabnya akses kapal menuju pulau di Gili itu ditiadakan sementara.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, Ditjen Perhubungan Laut melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pemenang Lombok Utara, menerbitkan kebijakan penutupan aktivitas keluar masuk wisatawan di tiga gili, dari Pelabuhan Pemenang dan Dermaga Senggigi, mulai tanggal 17 Maret 2020. Langkah akhir ini dilakukan menyusuli adanya keputusan resmi Pemerintah Provinsi NTB, yang menutup akses wisata mancanegara dari Bali ke Lombok.

gili

Kepala UPP Kelas II Pemenang, Heru Supriyadi menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai tindaklanjut surat Kepala Dinas Perhubungan Pemprov NTB, yang diterima Senin 16 Maret 2020.

"Sehubungan dengan hal tersebut, kami resmi menutup sementara Dermaga Senggigi dan Pelabuhan Pemenang serta 3 Gili mulai hari ini Selasa 17 Maret," kata Heru, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi yang diterima Okezone.

Dengan menutup semua akses wisata menuju tiga gili, yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, kebijakan penutupan akan dilakukan di dua titik. Yakni Dermaga Senggigi dan Dermaga Bangsal, dengan menginformasikan ke semua kapal yang melayani penyeberangan dari Bali ke Lombok.

Hal tersebut, menurut Heru, skenario terburuk pembatasan akses pintu masuk yang dilakukan Pemprov NTB itu dipahaminya sebagai upaya pencegahan dampak virus corona setelah jadi pandemi dunia.

Maka untuk mengantisipasi virus corona, sebagai bentuk kewaspadaan, pihaknya menyampaikan kepada para nakhoda, pemilik atau operator, agen kapal penumpang baik fastboat mancanegara maupun kapal domestik agar tidak melakukan embarkasi dan debarkasi di dua pelabuhan tersebut.

"Semua operator agar tidak melakukan embarkasi dan debarkasi ke penumpang ke tiga gili dan Senggigi, sampai 14 hari ke depan," tegas Heru.

Keputusan tersebut memang masih sifatnya sementara. "Karena keputusan gubernur harus ditutup, maka kita tutup aktivitas penyeberangan ke tiga gili," tandasnya.

Sebagai informasi, hingga Senin 16 Maret, jumlah wisatawan yang naik dari tiga gili sebanyak 2.330 orang, dengan tujuan Pelabuhan Pemenang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini