Jangan Asal Tolak, Jubir Corona COVID-19 Minta RS Beri Rujukan yang Benar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 17 Maret 2020 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 17 481 2184894 jangan-asal-tolak-jubir-corona-covid-19-minta-rs-beri-rujukan-yang-benar-w9DLJLs5DY.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VIRALNYA video perempuan yang menyebut bahwa dirinya adalah Pasien Dengan Pengawasan virus corona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), kemudian tak dilayani oleh rumah sakit membuat sebagian orang penasaran. Bahkan Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto pun turut menanggapi kasus ini.

tenaga

Sementara keterangan dari video viral perempuan yang mengaku PDP virus corona itu berbunyi:

Orang ini adalah korban dr corona, dia cek ke RS, udah ada hasilnya.. hasilnya dia udah masuk kategori PDP alias corona..

Tapi dilepasin gitu aja, disuruh ke RS yg menangani khusus Corona..

Dilepas tanpa pengawasan!!

Untung orang ini masih baik.. dia bisa share vidio ini..

Supaya kita lebih waspda, banyak orang yang sudah kena corona tapi MUNGKIN masih bertebaran di luar sana tanpa isolasi!!!🙈

Itulah gunanya lebih baik kita tetap DIRUMAH BEBERAPA PEKAN KE DEPAN.

TUHAN MEMEBERKATI🙏🙏

Yuri, sapaan akrabnya, dalam tayangan YouTube Channel milik Deddy Corbuzier itu memang tahu tentang kabar viralnya perempuan yang yang PDP virus corona itu. Seperti apa tanggapan Yuri setelah menelaah video viral itu?

jubir

"Ini sebenarnya pasien yang kemudian berobat ke rumah sakit. Dia datang kesana, kemudian dia adalah pasien yang diyakini, ini kayaknya terinfeksi, artinya dia PDP. Rumah sakit mengatakan kami tidak punya fasilitas itu merawat," ujar Yuri.

Sebaiknya, menurut Yuri, memang rumah sakit tidak boleh menolak kedatangan pasien dalam kondisi apapun, termasuk suspect virus corona. Yuri menegaskan, jika kondisinya benar pasien itu ditolak, seharusnya mengikuti mekanisme yang ada.

Artinya rumah sakit bisa merujuk ke rumah sakit lain yang bisa merawat pasien suspect virus corona maupun yang positif. Rumah sakit harus memberikan surat pengantar dan prosedur lainnya.

Kalau memang dokter atau rumah sakit itu yakin pasien harus dirujuk, kenapa tidak dilakukan. Sederhananya kemudian meminta spesimennya untuk untuk diperiksa di rumah sakit maupun laboratorium yang mampu.

"Tapi kekecewaan pasien itu jelas, ini prosedur tidak elegan. Kok sebenarnya itu pasien dibiarkan. Padahal kan tidak minta untuk dirawat, tapi diberikan alternatif yang elegan, tapi ini enggak. Inilah problem kita, masalah kita cukup banyak," tegasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini