Jubir Corona Minta RS yang Nakal Diberi Kartu Kuning

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 17 Maret 2020 22:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 17 481 2184942 jubir-corona-minta-rs-yang-nakal-dikartu-kuning-otdAHthL9f.jpg Jubir Penanganan COVID-19. (Foto: Setkab)

SETIAP rumah sakit seharusnya tidak sembarangan menolak pasien, khususnya bagi yang ingin tes virus corona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Regulasi pun telah disiapkan terkait kasus tersebut, termasuk sanksinya.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, mekanisme untuk merujuk pasien dalam kondisi apapun. Termasuk kaitannya dengan pasien positif maupun suspect COVID-19.

"Regulasi sudah jelas, silakan kalau memang mungkin tidak mampu merawat, tetapi ada mekanisme," ucap Yuri dilansir Okezone dari YouTube Channel Deddy Corbuzier.

jubir

Yuri meminta agar setiap rumah sakit, ketika kedatangan pasien suspect virus corona atau sekalipun yang positif, agar memberikan pengantar rujukan sesuai mekanisme. Jangan malah menolak, kemudian timbul kekecewaan dari pasien.

"Buatlah rujukan yang benar, antarkan dia, atau berikanlah pemeriksaan penunjang dulu yang lengkap, baru dikirimkan. (Kalau menolak) itu jelas ini etika enggak benar," ungkapnya.

Yuri pun berjanji akan memperbaiki sistem pelayanan rujukan COVID-19, berkoordinasi dengan asosiasi rumah sakit. Jika melanggar etika, pasti rumah sakit tersebut dapat sanksi.

"Kita akan berbicara pada asosiasi rumah sakit. Silakan Anda (asosiasi RS) kasih kartu kuning, kalau mmg masih (melanggar) ya kartu merah, undang-undang RS tegas kok," ucapnya.

Meski pada dasarnya rumah sakit tidak dapat menangani pasien COVID-19, paling tidak mengikuti mekanisme rujukan yang ada.

"Memang tidak harus semua rumah sakit menerima semua pasien. Tentu ada kapasitasnya. Misalnya ada rumah sakit yang didatangi pasien bedah, tapi tidak ada dokter bedah, it's oke silakan dirujuk ke rumah lain," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini