nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebun Binatang Surabaya Tutup untuk Sementara

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 18 Maret 2020 12:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 18 406 2185178 kebun-binatang-surabaya-tutup-untuk-sementara-DOtaBGYl36.jpg Penyemprotan Disinfektan di Kebun Binatang Surabaya

SURABAYA — Kebun Binatang Surabaya resmi ditutup untuk sementara dari wisatawan, terhitung mulai tanggal 17 hingga 29 Maret 2020.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS-KBS) Chairul Anwar menyatakan penutupan ini sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran virus corona.

“Melakukan langkah-langkah preventif dalam upaya mencegah wabah virus corona, COVID-19 ini, untuk tidak masuk khususnya yang ada di zona atau lingkungan Kebun Binatang Surabaya,” ujar Chairul Anwar.

Chairul Anwar mengatakan, penyemprotan desinfektan telah dilakukan di seluruh titik yang menjadi kawasan bertemunya pengunjung maupun karyawan, sehingga ancaman penyebaran virus dapat ditekan.

Langkah penutupan ini menurut Chairul Anwar, juga sebagai kesempatan untuk mengistirahatkan satwa yang selama ini dipamerkan ke pengunjung. Pembenahan-pembenahan ruang tinggal serta sanitasi satwa juga akan dilakukan selama periode istirahat ini, termasuk meningkatkan intensitas mandi dan perawatan satwa, pengecekan kondisi fisik serta kesehatan satwa.

Sementara itu, Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid menilai positif penutupan sementara lembaga konservasi, termasuk Kebun Binatang Surabaya.

“Saya pikir bagus, jadi ada jeda satwa istirahat dari interaksi dengan manusia. Jadi ada jeda mereka untuk tereksploitasi, tanda petik. Karena kan secara psikologi, dan standar kesejahteraan hewan itu kan satwa di LK (lembaga konservasi, red) itu memang harus diberi jeda untuk mereka sementara istirahat. Biarlah mereka melakukan ekspresi sesuai dengan apa yang diinginkannya, bukan yang diinginkan oleh manusia,” komentarnya.

Rosek menambahkan, penutupan sementara di lembaga konservasi juga dapat mencegah penularan penyakit dari dan kepada satwa, meski untuk virus corona belum ada data dan bukti yang menyebutkan kemungkinan menular kepada satwa terutama primata.

“Misalnya batuk, flu itu bisa menularkan kepada mamalia, khususnya primata, itu bisa. Nah, kalau corona itu kan juga sejenis ya, kerabat dengan flu, jadi kemungkinan bisa ya mungkin, tapi saya tidak berani memastikan itu. Tapi kalau yang lainnya, flu, batuk, itu bisa menular ke satwa,” imbuh Rosek Nursahid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini