WHO Larang Pemakaian Ibuprofen untuk Atasi Gejala Corona

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 18 Maret 2020 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 18 481 2185169 who-larang-pemakaian-ibuprofen-untuk-atasi-gejala-corona-dQFv4px1cO.jpg

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pengumuman tentang rekomendasi obat terkait penanganan virus corona (COVID-19), pada Selasa 16 Maret 2020.

WHO merekomendasikan bahwa orang yang menderita gejala COVID-19 disarankan untuk menghindari penggunaan ibuprofen. Rekomendasi WHO terkait pelarangan ibuprofen ini keluar, setelah Menteri Kesehatan Prancis memperingatkan bahwa obat anti-inflamasi tersebut dapat memperburuk efek virus.

Peringatan yang diserukan oleh Menteri Kesehatan Prancis, Veran tersebut mengacu pada sebuah studi yang baru-baru ini ditampilkan dalam jurnal medis The Lancet. Studi tersebut menghipotesiskan bahwa suatu enzim yang dikuatkan oleh obat anti-inflamasi seperti ibuprofen malah sifatnya dapat memfasilitasi dan memperburuk infeksi.

Terkait dengan studi tersebut, juru bicara WHO, Christian Lindmeier mengatakan pada media di Geneva, bahwa ahli badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa sekarang tengah menyelidiki hal ini agar bisa memberikan panduan lebih lanjut. Christian menyebutkan, untuk sekarang ini direkomendasikan penggunaan obat parasetamol.

“Sementara itu, kami merekomendasikan penggunaan parasetamol, dan jangan menggunakan ibuprofen sebagai pengobatan sendiri. Itu penting," ujar Christian, seperti dikutip Sciencealert, Rabu (18/3/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Christian menambahkan, namun jika ibuprofen memang telah diresepkan oleh para profesional kesehatan, maka tentu saja keputusan untuk pemakaian obat tersebut kembali ke pasien dan profesional kesehatan masing-masing.

Sementara itu, terkait penggunaan parasetamol, Menteri Veran menekankan bahwa pasien yang sudah dirawat dengan obat antiinflamasi harus meminta rujukan dari dokter yang merawat. Mengingat parasetamol pun harus diminum dengan ketat sesuai dosis yang disarankan, sebab jika terlalu banyak konsumsinya, dapat merusak organ hati.

Sebelum pandemi, otoritas berwenang Prancis diketahui telah memperingatkan tentang adanya komplikasi menular yang serius terkait dengan penggunaan ibuprofen. Ibuprofen ini sendiri, di pasaran dijual dengan berbagai merek seperti Nurofen dan Advil, dan obat anti-inflamasi lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini