227 Positif Corona di Indonesia, Bukti Virus Menular Sangat Cepat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 18 Maret 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 18 481 2185348 227-positif-corona-di-indonesia-bukti-virus-menular-sangat-cepat-s0TshQ4buh.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

INFEKSI penyebaran virus corona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) semakin meluas di Indonesia. Setiap hari bahkan ada penambahan kasus baru, yang harus menjadi kewaspadaan.

Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan saat ini jumlah pasien virus corona telah mencapai 227 orang. Data tersebut diumumkan oleh Yuri pada Rabu 18 Maret 2020, hingga pukul 12.00 WIB.

corona

Bahkan untuk kasus kematian virus corona COVID di Indonesia menjadi 19 orang. Dari Bali 1 orang, Banten 1 orang, DKI Jakarta 12 orang, Jawa Barat 1 orang, Jawa Tengah 2, Jawa Timur 1 orang dan Sumatera Utara 1 orang.

Kenaikan jumlah pasien COVID-19 salah satunya disebabkan oleh penularan virus yang sangat cepat. Seperti diketahui COVID-19 menular melalui percikan dahak (droplet), saat batuk atau bersin.

Meski demikian, penyakit yang menyerang saluran pernapasan manusia ini masuk dalam kategori self limited disease, yang artinya dapat sembuh dengan sendirinya berdasarkan kekuatan imunitas tubuh.

Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan, gejala awal COVID-19 dapat berawal dari demam. Demam itu ditimbulkan akibat reaksi tubuh dalam melawan virus dan bakteri yang masuk.

“Sebelum munculnya antibodi dia (tubuh) melawannya. Biasanya tinggi sampai 38 derajat, batuk kering, dan sesak napas. Kalau sudah mulai gejala seperti itu, waspada,” ujar Prof. Wiku, dalam keterangannya, yang diterima oleh Okezone, Rabu (18/3/2020).

Sayangnya saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa tubuhnya telah terinfeksi oleh virus corona. Terlebih ketika penyakit tersebut belum menimbulkan gejala yang signifikan pada tubuh orang yang terinfeksi.

“Belum tentu orang itu sadar bahwa dia terinfeksi virus corona. Kalau mereka sudah terinfeksi, mereka tidak sadar tapi daya tahan tubuhnya tinggi. Sebenarnya karena kalau kita mampu berperang, kita akan menang, kita akan sembuh,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini