nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yogyakarta Sepi Turis Akibat COVID-19, Sopir Bus Bingung Kasih Nafkah Anak Istri

Kamis 19 Maret 2020 11:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 19 406 2185718 yogyakarta-sepi-turis-akibat-covid-19-supir-bus-bingung-kasih-nafkah-anak-istri-Vj6xY1VB2o.jpg Gumuk Pasir Yogya yang sepi (Foto: Ist)

Wabah COVID-19 tak hanya menghancurkan pariwisata di berbagai belahan dunia. Di Indonesia juga sudah mulai terasa.

Penyedia jasa bus pariwisata di wilayah Yogyakarta merasakan dampak wabah COVID-19. Ratusan pesanan perjalanan wisata dibatalkan hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Para sopir dan awak bus yang mengandalkan sisi pariwisata mulai kebingungan. Mereka menggelar aksi damai menyatakan Yogya aman virus corona. Bahkan mereka dengan terang-terangan mengajak masyarakat untuk berpiknik ria. Bahkan mereka sampai membuat spanduk bertuliskan, Galau karena Corona Makanya Piknik Saja.

supir bus bingung

Ini tentu saja bertabrakan dengan anjuran pemerintah yang menganjurkan work from home alias WFH. Namun tak ada pilihan lagi, para supir dan awak bus mengaku kebingungan tak tahu lagi harus berbuat apa sebab mengantarkan orang piknik satu-satunya jalan mencari nafkah yang macet akibat virus corona.

Supriyono, salah satu sopir bus mengaku kebingungan lantaran harus membayar cicilan bus yang tak bisa dijalankan karena kondisi saat ini. Semua rencana perjalanan yang dipesan wisatawan dipastikan batal. Di sisi lain angsuran terus berjalan dan pekerja bus tetap harus makan.

“Ya sangat-sangat terasa, semua rencana perjalanan yang sudah dijadwalkan harinya batal semua. Saya 27 perjalanan batal, di PO bus lain ini ada yang 10, 23 bahkan 30 akhirnya batal semuanya. Padahal cicilan kan harus tetap jalan, belum lagi pekerja ini butuh makan anak istri juga. Kami bingung jujur,” ungkapnya dengan rasa sedih mendalam.

Ragil Adi Cahyo, salah satu pengelola PO bus juga turut menyampaikan harapan agar Pemda DIY segera memikirkan jalan terbaik untuk membantu mengatasi permasalahan yang dialami. Ia juga menyematkan harapan agar wabah virus corona bisa ditangani dengan sebaik mungkin oleh pemerintah dan iklim pariwisata DIY kembali seperti sediakala.

"Harapannya agar wabah ini segera hilang, wisata DIY kembali aman dan nyaman. Selain itu kami berharap pemda bisa segera menangani sebaik mungkin dan sekali lagi bencana ini segera berlalu,” ungkap Ragil.

Seperti dilansir KR Jogja, Gubernur DIY tengah membentuk tim untuk penanganan COVID-19 yang tak hanya menjangkau sisi kesehatan namun juga perekonomian dan sosial budaya. Tim tersebut diharapkan sudah menelurkan kebijakan strategis dua hari kedepan untuk memaksimalkan penanganan Korona di DIY.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini