nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Traveling saat Pandemi COVID-19, Simak Tips Ini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 15:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 19 406 2185920 traveling-saat-pandemi-covid-19-simak-tips-ini-AuEe4dJVVS.jpg Traveling saat pandemi COVID-19 (Foto: The Connexion)

Pemerintah Indonesia telah menyarankan perusahaan untuk memperkerjakan seluruh karyawannya di rumah (WFH) untuk menghindari penyebaran virus corona, COVID-19. Meski demikian, masih ada sebagian masyarakat yang memutuskan untuk tetap keluar rumah atau bahkan traveling saat social distancing diberlakukan pemerintah.

Ketua Pokja Infeksi Emerging RSPI Sulianti Saroso, dr. Pompini Agustina, menyarankan masyarakat Indonesia agar bisa bertindak bijak dengan mengikuti seluruh anjuran yang telah diberlakukan pemerintah. Tapi jika ada keperluan yang memang sangat mendesak dan mewajibkan seseorang untuk traveling, maka ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus.

 traveling

“Cara yang paling mendasar adalah kenali virus corona dan menjaga kebersihan tangan saat menyentuh barang di sekitar Anda. Saat melakukan perjalanan panjang, pastikan tidak menyentuh, mata, hidung dan telinga, terlebih saat tangan dalam kondisi yang kotor. Etika batuk dan bersin pun wajib diperhatikan selama dalam perjalanan,” terang dr. Pompini kepada Okezone malalui sambungan Video Call, Kamis (19/3/2020).

Tak hanya membagikan cara menghindari penyebaran virus corona saat melakukan perjalanan panjang, dr. Pompini turut mengimbau masyarakat untuk bisa mengenali bagaimana karakter virus korona dalam menyerang setiap korbannya.

Dengan mengetahui karakteristiknya, maka masyarakat bisa lebih mempertimbangkan matang-matang semua risiko yang akan diambil sebelum berpergian jarak jauh.

“Harus kenali dulu gejalanya. Orang dengan penyakit komorbid (penyakit penyerta) atau lansia diharapkan tidak beraktivitas di luar rumah."

Pasalnya penyakit ini bisa menular dan dampaknya sangat berbahaya bagi golongan lansia dan orang-orang komorbid. Bahkan efeknya bisa berujung pada pneumonia (radang paru).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini