WFH Hambat Penyebaran Virus Corona, Bagaimana Karyawan yang Masih ke Kantor?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 481 2185644 wfh-hambat-penyebaran-virus-corona-bagaimana-karyawan-yang-masih-ke-kantor-UbKA9Xt0AO.jpg Social distancing di kantor (Foto : Shutterstock)

Data terakhir menyebutkan 227 orang positif virus corona di Indonesia, 19 orang meninggal dunia, dan 11 orang berhasil sembuh. Untuk menghentikan penyebaran virus corona atau COVID-19, pemerintah telah mengimbau kepada masyarakat untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH), belajar dan beribadah di rumah selama 14 hari.

Dalam pelaksanaannya, tidak semua perusahaan menerapkan WFH karena alasan tertentu. Lalu, bagaimana dengan karyawan yang masih masuk kerja?

Menyikapi hal tersebut Psikolog Keluarga dan Anak, Sani Budiantini Hermawan mengatakan, karyawan yang masih masuk kerja pergi ke kantor dapat mentaati imbauan pemerintah, misalnya menjaga jarak sosial atau disebut social distancing.

"Misal satu meter, sekarang transportasi umum juga dibatasi agar duduknya berjauhan, kalau pun meeting duduknya berjauhan," ujarnya kepada Okezone melalui sambungan telfon, Rabu 18 Maret 2020.

Social Distancing

Bahkan, menurut Psikolog Sani, jika perusahaan tempat bekerja belum menerapkan WFH atau social distancing, karyawannya harus lebih proaktif. Bagaimana caranya?

"Seperti tidak boleh salaman, sharing makanan, jarak juga jauhan. Jadi sebenarnya ke arah self awareness. Jadi bukan takut ketularan, kalau kita punya potensi itu, kita kan bisa menularkan ke orang lain. Jadi mindset-nya diubah, bukan kita takut ketularan tapi takut menularkan," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini