Pasien Pertama Virus Corona Ditemukan, China Terus Teliti Sumber Penyebaran

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 481 2185808 pasien-pertama-virus-corona-ditemukan-china-terus-teliti-sumber-penyebaran-4d9hdYxj34.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Pemerintah China berhasil menelusuri orang pertama yang terinfeksi virus corona (COVID-19) pada 17 November 2019. Sejauh ini pihak berwenang China telah mengidentifikasi 266 orang yang terinfeksi pada tahun lalu dan saat ini semuanya berada di bawah pengawasan medis di beberapa titik.

Beberapa kasus kemungkinan ditunda setelah otoritas kesehatan menguji spesimen yang diambil dari pasien yang dicurigai. Hasil wawancara dengan whistle-blower dari komunitas medis menunjukkan bahwa dokter di China baru menyadari para pasien menghadapi penyakit baru pada akhir Desember 2019.

Para ilmuwan mencoba untuk memetakan pola penularan awal virus corona sejak epidemic dilaporkan muncul di Kota Wuhan, China Tengah pada Januari 2020. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memahami bagaimana penyakit ini menyebar dan menentukan bagaimana kasus yang tidak terdeteksi atau terdokumentasi bisa berkontribusi terhadap penularannya.

Virus Corona

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ukuran ancaman yang ditimbulkan oleh virus corona. Sebagaimana dilansir dari South China Morning Post, Kamis (19/3/2020), menurut data pemerintah China, pria berusia 55 tahun dari provinsi Hubei menjadi orang perama yang mengidap virus corona pada 17 November 2020.

Sejak pasien pertama terinfeksi virus corona, satu hingga lima kasus baru dilaporkan muncul setiap hari. Pada 15 Desember 2020, jumlah total pasien yang terinfeksi mencapai 27 kasus. Peningkatan harian sebanyak dua digit dilaporkan mulai terjadi pada 17 Desember 2020 dan pada 20 Desember total kasus yang dikonfirmasi telah mencapai 60 orang.

Pada 27 Desember, Zhang Jixian, seorang dokter dari Rumah Sakit Pengobatan Terpadu di barat China Provinsi Hubei, memberitahu otoritas kesehatan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus corona baru. Pada hari terakhir 2019, jumlah pasien virus corona dikonfirmasi telah meningkat menjadi 266 orang. Peningkatan signifikan terjadi pada awal 2020 dengan jumlah korban mencapai 381 orang.

Saat ini para ilmuwan ingin mengindentifikasi apa yang disebut dengan pasien nol. Ini dapat membantu mereka melacak sumber virus corona yang umumnya menular ke manusia dari hewan buas yang diduga kelelawar. Dari sembilan kasus pertama pada November yang terdiri dari empat pria dan lima wanita tidak ada yang dikonfirmasi sebagai pasien nol.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kasus virus corona pertama yang dikonfirmasi di China yakni pada 8 Desember 2020. Laporan yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet oleh dokter China dari Rumah Saki Jinyintan di Wuhan yang merawat beberapa pasien paling awal. Ia menyebut tanggal infeksi pertama yang diketahui pada 1 Desember 2020.

Virus Corona

Dokter Ai Fen yang menjadi dokter pertama yang menangani virus corona mengatakan, tes menunjukkan seorang pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan didiagnosis pada 16 Desember setelah tertular penyakit dari sumber yang tidak diketahui.

Laporan sebelumnya mengatakan bahwa meskipun dokter di kota China mengumpulkan sampel dari kasus yang dicurigai pada akhir Desember, tapi mereka tidak dapat mengonfirmasi temuan mereka karena terhambat oleh birokrasi. Mereka harus mendapatkan persetujuan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China yang memakan waktu berhari-hari.

Para dokter pun diperintahkan untuk tidak mengungkapkan informasi tentang penyakit baru itu kepada publik. Hingga 11 Januari 2020, Otoritas Kesehatan Wuhan masih mengklaim hanya ada 41 kasus yang dikonfirmasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini