nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jubir COVID-19: Ahli Virus di Dunia Belum Temukan Vaksin Corona

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 17:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 19 481 2185986 jubir-covid-19-ahli-virus-di-dunia-belum-temukan-vaksin-corona-UyoA3ysGNi.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

DI tengah giatnya upaya penanganan virus corona COVID-19 di dunia, berbagai uji coba pengobatan memang dilakukan di beberapa negara. Bahkan ada juga spekulasi muncul kalau memang vaksin corona sudah ditemukan.

Banyak spekulasi memunculkan banyak dugaan umum, apakah obat A atau vaksin B, bisa ampuh diaplikasikan sebagai pengobatan efektif untuk para pasien positif terinfeksi virus corona COVID-19. Spekulasi perihal obat untuk pengobatan para pasien positif terinfeksi virus corona COVID-19, khususnya di Indonesia, ditegaskan oleh Jubir Pemerintah untuk penanganan COVID-19 di Indonesia Achmad Yurianto.

vaksin

Pria yang biasa disapa Yuri tersebut dengan gamblang mengatakan bahwa sampai detik ini, belum ada kesepakatan valid yang berlaku secara internasional terkait obat untuk virus corona COVID-19.

“Ahli virus di seluruh dunia masih belum mendapatkan yang bisa dijadikan standar dunia terkait pengobatan spesimen yang defintif soal COVID-19,” ujar Dokter Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Kantor Sekretariat Presiden, Kamis (19/3/2020).

Di kesempatan yang sama Yuri mengingatkan kembali bahwa jika dilihat untuk kesembuhan di sebagian besar kasus yang ada, faktor utamanya adalah didorong oleh faktor imun yang baik dari sang pasien itu sendiri.

“Untuk kasus yang sembuh, sebagian besar itu domininasi faktor imunologi yang baik dari pasien, faktor ini yang nentuin sembuhnya. Jadi, ya berita soal temuan vaksin masih kita tunggu, kerja keras semua ahli virus semoga enggak terlalu lama, sehingga kita bisa menggunakannya,” terang Yuri.

Menutup konferensi pers, Yuri menegaskan ketimbang masyarakat sibuk menunggu adanya vaksin efektif untuk pengobatan virus corona COVID-19 ini. Sejatinya, melakukan upaya pencegahan agar tidak tertular dan tidak menularkan jauh lebih penting.

“Pencegahan lebih penting ketimbang menunggu,” pungkas Yuri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini