Hati-Hati, Junk Food Malah Buat Imunitas Tubuh Anda Melemah Loh

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 481 2186116 hati-hati-junk-food-malah-buat-imunitas-tubuh-anda-melemah-loh-UaDKhadY9e.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SALAH satu cara agar selamat dari virus Corona COVID-19 adalah dengan meningkatkan imunitas kita. Imunitas memang didapat dengan gaya hidup sehat dan makanan yang bergizi.

Tapi, tidak semua makanan loh menambah imunitas tubuh, faktanya para peneliti dari Universitas Bonn menemukan, sistem kekebalan tubuh merespons makanan cepat saji dengan cara yang sama, yakni seperti bereaksi terhadap infeksi bakteri atau virus.

Terlebih lagi, dampaknya dalam jangka panjang dengan klaim studi tersebut yakni, makanan cepat saji bisa merusak metabolisme.

"Temuan ini memiliki relevansi sosial yang penting," kata Dr Eicke Latz yang juga Direktur Institute for Inn Immunity of University of Bonn, seperti dilansir dari Newsmax.

Itu sebuah fenomena jangka panjang yang mereka sebut sebagai kekebalan bawaan.

Latz menjelaskan, para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa sistem kekebalan tubuh atau imunitas memiliki bentuk memori. Itu sebuah fenomena jangka panjang yang mereka sebut sebagai kekebalan bawaan.

"Setelah infeksi, pertahanan tubuh tetap dalam keadaan alarm, sehingga mereka bisa merespons lebih cepat serangan baru," imbuhnya.

Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tikus, menemukan bahwa proses yang sama dipicu oleh diet yang tidak sehat, melepaskan sedikit efek biologis yang menyebabkan penyakit kronis. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Cell menjelaskan mengapa makanan cepat saji dikaitkan dengan penyakit jantung, stroke, diabetes, obesitas, serta penyakit kronis lain.

Penelitian Boon melibatkan ilmuwan dari Belanda, Amerika Serikat, dan Norwegia. Tikus tersebut diberi makanan yang tidak sehat, tinggi lemak jenuh, gula dan garam. Sementara makanan tersebut tanpa buah segar, sayuran, dan makanan berserat lainnya.

Para periset mencatat, bahwa diet yang tidak sehat menyebabkan peningkatan jumlah sel imun dalam darah tikus. Ini sangat tidak diduga sebelumnya. Peneliti mengatakan, makanan tersebut merangsang respons inflamasi akut dan mengubah gen, yang bertanggung jawab atas proliferasi sel kekebalan tubuh.

Hal yang paling mengejutkan, pemrograman ulang genetik yang terkait dengan junk food tetap ada pada hewan pengerat. Bahkan, setelah para peneliti mengembalikannya ke makanan sereal yang diberikan selama empat minggu lagi.

"Dalam beberapa abad terakhir, harapan hidup rata-rata terus meningkat di negara-negara Barat. Tren ini saat ini sedang kacau untuk pertama kalinya," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini