nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandemi Corona COVID-19, Ingat 3 Candi Ini Dibatasi Kunjungannya Loh

Jum'at 20 Maret 2020 20:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 20 406 2186680 pandemi-corona-covid-19-ingat-3-candi-ini-dibatasi-kunjungannya-loh-uflw4RBq7i.jpg Candi Borobudur. (Foto: Indonesiatravel)

BERNIAT mengunjungi candi di Yogyakarta akhir pekan ini? Jangan kecewa dulu, karena Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Boko membatasi wisatawan yang datang.

PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola tiga candi tersebut, memberlakukan pembatasan kunjungan. Pembatasan ini berlaku selama 14 hari, yakni pada 16-29 Maret 2020 sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono menjelaskan, pembatasan kunjungan diberlakukan untuk kunjungan umum, regular, sunrise atau sunset, maupun Borobudur Manohara Package. Pengunjung untuk sementara hanya dapat mengunjungi zona 2 dan 3.

candi

Pembatasan tersebut juga sebagai tindak lanjut dari arahan pemerintah dengan menjalankan protokol area publik COVID-19. Apabila ditemukan suspect virus corona, seluruh kawasan akan ditutup sebagai tindakan pencegahan penyebaran.

“Kebijakan pembatasan kunjungan diambil supaya tidak ada kepanikan yang berlebihan sehingga kondisi pariwisata di Yogyakarta maupun Jateng tetap kondusif, namun tetap siaga dan waspada,” kata Edy Setijono.

Selama pembatasan kunjungan ini, harga tiket masuk diturunkan. Pengelola hanya memberlakukan satu harga tiket masuk serta meniadakan tiket terusan.

cndi

PT TWC juga membentuk Satgas Pencegahan Penyebaran COVID-19 yang bertugas melakukan tindakan preventif dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh kawasan wisata candi seperti toilet, musala, dan shelter yang biasa menjadi tempat berkumpulnya wisatawan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, mengapresiasi kebijakan pembatasan kunjungan tersebut. Menurutnya, penting bagi setiap asosiasi/pelaku industri pariwisata memberlakukan protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran Menteri Kesehatan.

“Prioritas Kemenparekraf/Baparekraf saat ini adalah melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu perlu dukungan dan peran aktif setiap pemangku kepentingan, termasuk asosiasi maupun pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19,” ujar Wishnutama, dilansir Okezone dari INewsid. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini