Merasa Alami Gejala Corona tapi Ditolak RS? Kenali Dulu Triase dalam Kedokteran

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 20 481 2186340 merasa-alami-gejala-corona-tapi-ditolak-rs-kenali-dulu-triase-dalam-kedokteran-1OPNCfhT1l.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KELUHAN pasien suspect virus corona atau COVID-19 ditolak di rumah sakit sudah sering didengar. Padahal dokter punya aturan dalam menangani pasien, termasuk dengan istilah triase.

Ya, triase atau triage mungkin adalah istilah yang kurang familier terdengar di telinga masyarakat awam. Triase adalah salah satu istilah di bidang kedokteran.

Saat masuk ke dalam gedung rumah sakit, bahkan Anda pasti sering membaca istillah triase. Namun sebagian belum paham dengan makna triase tersebut.

rs

Dilansir Okezone dari Medicinenet, Jumat (20/3/2020), triase adalah penyortiran orang berdasarkan kebutuhan akan perawatan medis. Triase dilakukan di ruang gawat darurat rumah sakit, saat bencana, dan saat perang, ketika sumber daya medis terbatas. Mengingat petugas medis yang terbatas, maka petugas medis tersebut harus dialokasikan secara tepat untuk memaksimalkan jumlah orang yang selamat.

Dalam pengaplikasian sehari-hari, triase ini adalah metode cepat untuk menilai parahnya kondisi, menetapkan prioritas, dan memindahkan pasien ke tempat yang paling tepat untuk perawatan.

Dalam metode triase terdapat empat warna, yang mana warna tersebut disebutkan diadaptasi dari sistem triase bencana. Pertama ada warna merah, sesuai dengan warnanya maka pasien ini adalah pasien prioritas yang harus segera ditolong. Pasien yang masuk warna ini, adalah yang mengalami kondisi kritis contohnya gangguan sistem pernafasan atau ada gangguan di sirkulasi.

Kemudian warna kuning, di bawah merah yang mana artinya pasien masuk prioritas kedua untuk ditindak. Butuh ditolong cepat, tapi pasien tidak dalam kondisi kritis.

Selanjutnya ada warna hijau, di bawah kuning artinya pasien prioritas ketiga, biasanya dimasukkan ke area observasi. Kategori ini pasien biasanya mengalami cedera ringan dan biasanya masih mampu berjalan atau mencari pertolongan sendiri.

Terakhir ada kode warna hitam, kode warna ini hanya untuk pasien yang tidak bisa terselamatkan lagi atau sudah meninggal.

Triase dilakukan saat pasien tiba di unit gawat darurat (UGD). Lalu dokter yang bertugas di UGD tersebut akan melakukan pemeriksaan umum dan dilakukan secara cepat.

Di momen ini pasien akan dilihat tanda-tanda vitalnya, seperti denyut nadi, pernafasan, hingga tekanan darah. Tak hanya pemeriksaan umum tanda-tanda vital, dokter juga memeriksa kebutuhan medis dan peluan bertahan hidup sang pasien.

Setelah pemeriksaan selesai, maka dokter akan menentukan sang pasien akan dimasukkan ke dalam kategori warna triase mana yang tepat. Triase berlaku untuk semua tindakan, tidak hanya ketika pasien merasa merasakan gejala virus corona. Jadi saat ke datang ke UGD, jangan salah paham atau merasa ditolak oleh rumah sakit ya, Okezoners!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini