Ampuhkah Antibiotik untuk Pengobatan Virus Corona?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2020 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 20 481 2186464 ampukah-antibiotik-untuk-pengobatan-virus-corona-LwEx3ZzJdb.jpg Ilustrasi (Foto : Thesun)

Virus corona jenis baru, penyebab COVID-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China sekitar akhir Desember 2019 lalu hingga detik ini masih menjadi masalah global.

WHO selaku Badan Kesehatan Dunia telah menyatakan secara resmi bahwa virus corona COVID-19 ini sebagai pandemi. Sudah menyebar cepat ke kurang lebih 146 negara di dunia dan hingga saat ini pandemi COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 200.000 orang, dan menyebabkan sedikitnya 8.758 orang meninggal dunia.

Para ahli virus dan peneliti dunia sampai saat ini masih bekerja keras untuk bisa menemukan obat untuk mengatasi COVID-19. Di tengah upaya para ahli kesehatan, tentu kita pernah mendengar kabar bahwa obat jenis antibiotik bisa digunakan sebagai pengobatan untuk virus corona baru ini.

Well, kabar soal apakah antibiotik efektif untuk mencegah dan mengobati virus corona baru ini telah dibantah oleh WHO. Melalui situs resminya, WHO secara tegas menjelaskan bahwa antibiotik itu tidak bisa digunakan untuk melawan virus karena sifatnya antibiotik itu bekerja melawan bakteri, hanya bakteri, seperti dikutip WHO, Jumat (20/3/2020).

Antibiotik

Sedangkan virus corona, seperti namanya adalah virus. Oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai obat untuk pencegahan atau pengobatan. Namun meski memang, jika pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit kemungkinan menerima obat antibiotik, ini disebutkan karena koinfeksi bakteri yang mungkin terjadi.

WHO menegaskan sejauh ini belum ada obat-obatan spesifik yang khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati virus corona COVID-19 ini. Tetapi para pasien yang positif terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala yang dialami.

Sedangkan pada pasien yang sakitnya parah harus mendapatkan perawatan suportif yang optimal. WHO sendiri menyebutkan, ada beberapa perawatan spesifik yang tengah sedang diteliti dan akan diuji melalui uji klinis

(mrt)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini