Dari Pusing hingga Gagal Ginjal, Ini Reaksi Tubuh Ketika Tak Minum Air

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2020 23:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 20 481 2186696 dari-pusing-hingga-gagal-ginjal-ini-reaksi-tubuh-ketika-tak-minum-air-yYLsIjcM0J.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAMPAI saat ini Presiden Jokowi mengatakan belum mempertimbangkan opsi lockdown untuk mencegah pandemi corona COVID-19. Saat ini, pemerintah hanya menyarankan social distance dan mengimbau agar bekerja dari rumah.

Lantas, bagimana skema jika terjadi lockdown karena pandemi corona COVID-19 ini? Jika lockdown terjadi, maka orang-orang akan dilarang keras keluar rumah kecuali untuk belanja keperluan rumah tangga. Oleh karena itu, salah satu yang harus dipersiapkan adalah stok air bersih.

Pasalnya, tubuh manusia terdiri dari 70 persen air. Air memegang peranan penting untuk mendukung semua fungsi tubuh agar bisa terus bekerja optimal. Inilah kenapa manusia sangat membutuhkan air untuk bertahan hidup.

Saat Anda mulai merasa haus, sebenarnya Anda sudah mengalami dehidrasi ringan. Kondisi ini umumnya memunculkan dua tanda khas, yaitu mulut kering dan urin berwarna kuning gelap disertai dengan bau pesing yang kuat. Hal tersebut merupakan cara tubuh untuk berusaha menghemat lebih banyak cairan.

Hal tersebut merupakan cara tubuh untuk berusaha menghemat lebih banyak cairan.

Begitu kadar air tubuh makin turun di bawah batas wajar, rangkaian gejala dehidrasi lainnya akan menyertai. Mulai dari rasa haus, kulit kering (tidak membal kembali setelah dicubit), kelelahan, tubuh lunglai, pusing, berkunang-kunang, bingung, mulut kering, detak jantung cepat, hingga napas cepat dan dangkal.

Menurut panduan Dinas Kesehatan Nasional 2009 di Inggris, dehidrasi berat terjadi saat tubuh kehilangan sekitar 10 persen berat air dari total berat badan. Saat kadar air turun drastis di dalam tubuh, cairan tersebut dialihkan untuk mengisi organ vital dengan darah. Hal ini menyebabkan sel-sel di seluruh tubuh menyusut.

Ginjal biasanya menjadi organ yang pertama kali gagal bekerja di antara organ-organ lainnya. Sehari sampai dua hari tidak minum air sama sekali, frekuensi buang air kecil Anda akan menurun bahkan berhenti sama sekali.

Sebab, ginjal menghentikan pembersihan limbah karena persediaan darah yang menyusut. Seiring sel-sel otak terkuras habis dari persediaan airnya, otak bisa membengkak dan pembuluh darah di dalam tengkorak bisa meledak.

Di tahap ini, Anda mulai kehilangan kesadaran dan penurunan fungsi otak yang parah. Anda pun akan mengalami kesulitan menelan, menderita kejang otot, dan lebih cenderung mengalami mual.

Setelahnya, organ-organ lain akan ikut menyusul gagal bekerja. Suhu tubuh Anda akan meningkat drastis dan mulai muncul warna kebiru-biruan di kulit. Di hari selanjutnya, organ vital dan otak Anda tidak bisa berfungsi lagi. Demikian seperti dilansir dari Live Science.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini