nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Chloroquine, Obat Pesanan Presiden Jokowi untuk Atasi Virus Corona

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 22 Maret 2020 14:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 22 194 2187264 mengenal-chloroquine-obat-pesanan-presiden-jokowi-untuk-atasi-virus-corona-tEnMM1kYgq.jpg Chloroquine (Foto : Healthline)

Selain melakukan Rapid Test secara masal, Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan dua obat khusus untuk mengobati infeksi virus corona dan penyakit Covid-19. Salah satunya adalah chloroquine.

Chloroquine diklaim ampuh mengatasi penyebaran virus corona yang kian meresahkan. Data terakhir yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, virus corona telah menginfeksi lebih dari 200 ribu orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, sudah 38 orang dinyatakan meninggal dunia karena terjangkit virus ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang efektivitas dan asal usul chloroquine, berikut Okezone rangkumkan ulasannya, seperti dilansir dari WebMD, Minggu (22/3/2020).

Secara umum, Chloroquine phosphate merupakan obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit malaria. Obat ini dikabarkan mulai dikembangkan oleh paramedis sejak 70 tahun silam.

Chloroquine

Cara kerja chloroquine adalah membunuh parasit malaria yang hidup di dalam sel darah merah. Dalam beberapa kasus, pasien malaria dilaporkan juga harus meminum obat lain seperti primaquine. Tujuannya adalah untuk membunuh parasit malaria yang di hidup di jaringan tubuh lain.

Kombinasi chloroquine dan primaquine dikabarkan dapat menyembuhkan dan mencegah kembalinya infeksi (kambuh). Itulah sebabnya, chloroquine juga sering disebut dengan istilah antimalaria.

Menariknya, belum lama ini Pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan. Chloroquine disinyalir memberikan respons positif terharap proses penyembuhan pasien Covid-19 di beberapa negara.

Meskipun demikian, Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menegaskan Chloroquine hanya dapat digunakan untuk penyembuhan, bukan pencegahan.

"Oleh karena itu, tidak perlu masyarakat menyimpan dan membeli Chloroquine. Ingat, Chloroquine adalah obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter," ujar Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, kemarin.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Obat ini dapat menimbulkan efek samping bila pemakaiannya tidak sesuai dosis atau tanpa rekomendasi dokter.

Efek samping yang ditimbulkan antara lain, penglihatan kabur, mual, muntah, kram perut, sakit kepala, hingga diare.

Oleh karena itu, sebelum Anda meminum Chloroquine sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Beri tahu mereka tentang riwayat kesehatan Anda, terutama bila memiliki masalah enzim, penglihatan, pendengaran, penyakit ginjal, dan jantung.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini