IDI Kerahkan Dokter Muda untuk Tangani Virus Corona di Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 23 481 2187722 idi-kerahkan-dokter-muda-untuk-tangani-virus-corona-di-indonesia-yVe5gwHzSI.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Jumlah kasus positif virus corona dan penyakit Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Namun, kesiapan rumah sakit dan tenaga medis sebagai garda terdepan dinilai masih belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut diakui oleh Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Daeng M. Faqih, SH, MH. Saat ini pihaknya tengah melakukan perekrutan relawan dokter dari seluruh Indonesia. Mereka lah yang nantinya akan berkontribusi dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

"Kita memang sedang merekrut relawan-relawan dokter. Nantinya, mereka akan diperbantukan untuk memback-up pemerintah pusat maupun pemda di rumah sakit di masing-masing daerah," ungkapnya saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Senin (23/3/2020).

Dokter

Lebih lanjut Daeng menjelaskan, untuk kriteria perukrutannya sendiri PB IDI hanya menerima kandidat yang telah menerima gelar dokter, dalam arti lain bukan mahasiswa kedokteran yang masih harus menyelesaikan tugas akhir seperti ko-asisten (koas).

Namun, kriteria tersebut dapat disesuaikan dengan kebijakan masing-masing daerah maupun lembaga. Sementara itu, PB IDI Jakarta dilaporkan telah mengirimkan 30 relawan dokter yang nantinya akan disebar ke sejumlah rumah sakit rujukan.

"Di Jakarta sudah ada 30 dokter relawan, dan di daerah lain pun sudah melakukan itu. Jumlahnya masih akan bertambah, karena kami juga telah memintah semua IDI di seluruh provinsi untuk merekrut relawan dokter," ungkap Daeng.

Daeng juga mengonfirmasi bahwa dua dari enam dokter yang dilaporkan meninggal dunia saat menangani pasien corona, memang masih tergolong muda. Mereka adalah dokter Hadio Ali Sp. S dan dokter Adi Mirsa Putra Sp. THT.

"Keduanya masih muda, tapi sudah menyandang gelar dokter bahkan spesialis. Jadi untuk kebijakan dokter muda ikut menangani pasien Covid-19 itu kembali ke kebijakan masing-masing pemda dan lembaga terkait," tutup Daeng.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Ari Fahrial Syam menyatakan, akan mengerahkan dokter-dokter muda UI, termasuk mahasiswa/i yang tengah menjalani program ko-asisten di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya Jakarta. Para dokter-dokter muda diperbantukan sebagai tenaga cadangan untuk menangani kasus-kasus Covid-19 ringan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini