Curhat Pegawai Non-WFH, Antre Lift 30 Menit demi Social Distancing

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 23 612 2187526 curhat-pegawai-non-wfh-antre-lift-30-menit-demi-social-distancing-x22zpmPgE9.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENERAPAN social distancing di lingkungan kantor sudah diterapkan oleh beberapa perusahaan di Jakarta, untuk menghindari penyebaran virus corona atau COVID-19. Salah satunya yakni imbauan saling berhadapan dengan sesama karyawan saat menaiki lift

Biasanya setiap lift yang beroperasi akan dibatasi dengan jumlah maksimum 9 orang. Nantinya setiap orang akan berdiri menghadap dinding lift untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19). Akan tetapi, apakah langkah ini dinilai efektif atau malah mengganggu efisiensi?

lift

Wiwin (nama samaran) seorang pegawai swasta di salah satu perusahaan swasta ternama di Jakarta Pusat, mengaku pembatasan kapasitas lift untuk menghindari COVID-19 tidaklah efektif. Pasalnya, pembatasan tersebut menimbulkan antrean panjang para pengguna lift.

Wiwin sendiri mengaku membutuhkan waktu hampir 30 menit sendiri untuk naik ke lantai kerjanya. Tentu saja hal ini membuang banyak waktu. Belum lagi apabila Wiwin ada keperluan mendesak yang mengharuskannya bertemu klien di lobi gedungnya. Pasti akan membutuhkan waktu yang lama agar bisa menuju lobi.

lift

Sekadar informasi, Wiwin masuk kerja mengikuti jam kantor pada umumnya. Oleh sebab itu, ia harus berjuang bersama karyawan lainnya untuk antre agar dapat naik menuju lantai kerjanya.

Selain itu ada pula pengguna lift yang tidak memahami etika, alias tidak mau antre. Mereka tidak mau mengalah dengan orang-orang yang sudah datang mengantre terlebih dahulu. Alhasil, perilaku semacam ini kerap membuat situasi di lingkungan kerja menjadi semakin memanas.

Senada dengan Wiwin, Bondan Setiaji yang bekerja sebagai pegawai swasta di Jakarta juga menilai bahwa penerapan pembatasan lift sebanyak 9 orang tidak berjalan terlalu efektif. Berbeda dengan Wiwin, Bondan sedikit tertolong karena ia datang ke tempat kerja pada jam siang.

Alhasil, Bondan tidak perlu menunggu antrean lift yang panjang, lantaran sebagian besar karyawan sudah berada di lantai kerjanya masing-masing. Tapi permasalahan lainnya dengan sistem social distancing dalam lift, para pengguna akan sedikit kesulitan ketika hendak memencet tombol.

Karenanya, tombol navigasi lift akan sulit untuk dijangkau, apalagi jika seseorang mendapatkan sisa space yang berada di ujung bagian dalam lift.

Meski demikian, Bondan mengapresiasi kebijakan yang dibuat oleh perusahannya dalam upaya melakukan pencegahan virus corona atau COVID-19. Setidaknya, aturan tersebut membuat para pengguna lift tidak saling berhadap-hadapan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini