nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batuk dan Pilek Kini Bisa Jadi ODP Corona di Solo

Selasa 24 Maret 2020 12:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 24 481 2188121 batuk-dan-pilek-kini-bisa-jadi-odp-corona-di-solo-p1SE4Ibi0O.jpg Foto: Okezone

VIRUS corona (COVID-19) terus menjalar di Indonesia. Jumlah pasien positif corona tercatat 579 orang di 22 provinsi, per 23 Maret kemarin. Dari total kasus itu, sebanyak 30 orang dinyatakan sembuh, sementara pasien meninggal dunia mencapai 49 orang.

Dokter spesialis penyakit dalam di RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr Suryo Ariwibowo menjelaskan, status orang dalam pemantauan (ODP) adalah tingkat awal kecurigaan secara medis, bahwa seseorang mungkin terkena infeksi COVID-19.

Sementara  di Kota Solo sendiri, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (COVID-19) mencapai 2.795 ODP.

ist

"Tingkat kecurigaan lebih kuat, adalah pasien dalam pengawasan (PDP). PDP, pada umumnya ditandai dengan munculnya gejala penyakit yang lebih jelas, lebih berat," ujarnya seperti dilansir solops.com, Selasa (24/3/2020).

Masih kata Suryo, ODP bukan pasien seperti PDP. Lonjakan angka ODP COVID-19 di Kota Solo disebabkan Solo sebagai wilayah yang sudah terjadi transmisi lokal sehingga orang batuk pun termasuk sebagai ODP.

Dia mengutip buku pedoman penanganan COVID-19 revisi 3 terbaru, pada daerah di mana dianggap telah terjadi transmisi lokal, seperti kota Solo saat ini.

“Seseorang yang demam saja, atau batuk,pilek, nyeri telan saja, akan dianggap sebagai ODP; apabila dokter tidak dapat memastikan adanya kemungkinan lain penyebabnya berdasarkan pemeriksaan medis yang meyakinkan," ungkap Suryo.

Dia menambahkan, mudahnya penetapan ODP corona di wilayah yang sudah terjadi transmisi lokal akan memudahkan penekanan persebaran COVID-19, seperti di Kota Solo.

"Apa untungnya kalau jumlah yang di-ODP-kan banyak ? Mendorong sebayak mungkin mereka yg kemungkinan terkena virus ini utk isolasi diri. Sehingga mereka sendiri lebih cepat sehat demikian pula masyarakat umumnya. Ingat, ODP diminta diisolasi di rumah, selama 14 hari," sambungnya.

Oleh karena itu, orang yang diisolasi hanya ODP, bukan orang yang bersangkutan dengan ODP. Dia berharap siapa saja yang saat ini sedang batuk, pilek, demam, dan merasa nyeri untuk istirahat di rumah untuk menekan angka ODP virus corona.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini