nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Ilmuwan Jadi Garda Depan Lawan Corona COVID-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 24 Maret 2020 13:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 24 481 2188178 4-ilmuwan-jadi-garda-depan-lawan-corona-covid-19-DZnbSh1xQO.jpg Dr Anthony Fauci. (Foto: Foxnews)

BILA sebelumnya nama-nama para ilmuwan jarang diketahui banyak orang, atau bekerja di bawah radar, belakangan mulai banyak ilmuwan beken karena virus corona atau COVID-19.

Bahkan para ilmuwan yang tidak terbiasa menjadi sorotan, kini merekalah yang berada pada garda terdepan, ikut menangani pandemi virus corona atau COVID-19. Siapa sajakah mereka? Dilansir Okezone dari Foxnews, Selasa (24/3/2020) berikut ulasannya.

Anthony Fauci

an

Anthony Fauci (79) berhasil mencuri perhatian publik, setelah menjadi satu-satunya orang yang berani mengoreksi Presiden Trump, saat melakukan briefing atau update harian terkait COVID-19 di Amerika Serikat. Dia memang ditugaskan menemani Trump untuk memberikan info terkini seputar perkembangan virus corona.

Namun, beberapa waktu lalu, netizen dunia mendadak heboh setelah melihat ekspresi dan bahasa tubuh Fauci ketika Trump sengaja menyebut virus corona dengan istilah Chinese Virus.

Sepanjang kariernya, ahli imunologi kelahiran Brooklyn dan kepala National Institute of Allergy and Infectios Disesase ini, dilaporkan telah membantu enam Presiden AS dalam mengatasi isu kesehatan. Dia juga menjadi salah satu tokoh utama dibalik kebijakan President's Emergency Plan for AIDS Relief (PEPFAR), yang telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh negara berkembang di dunia.

Christian Drosten

Dari Jerman ada Christian Drosten yang mengepalai divisi virologi di Rumah Sakit Charite, Berlin, Jerman, juga berkontribusi besar dalam penanganan Covid-19. Sebelumnya, dia lah yang berhasil menemukan infectious agents pada epidemi SARS pada 2002 silam.

Saat ini dia menjadi salah satu pakar virus corona yang kerap diburu oleh para media Jerman. Dedikasinya dalam dunia kesehatan tidak terbantahkan lagi. Pria berusia 48 tahun ini bahkan membuat podcast harian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar COVID-19.

"Saya benar-benar percaya bahwa dengan menutup bar dan restoran, membatalkan acara-acara besar, dan menutup penitipan anak dan sekolah, virus ini bisa dibatasi penularannya. Karena dengan cara tersebut kita mencegah sebanyak mungkin orang untuk melakukan kontak satu sama lain," kata Drosten dalam sebuah wawancara dengan Zeit.

Walter Ricciardi

Sebagai presiden Institut Kesehatan Nasional Italia dan anggota Komite Penasihat Eropa WHO, Walter Ricciardi menjadi salah satu ilmuwan yang berada di garda terdepan, dalam penanganan pandemi virus corona di Italia.

Sebelum Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengeluarkan kebijakan lockdown, Ricciardi sempat mengatakan kepada The Guardian bahwa penyebaran COVID-19 masih akan meningkat secara substansial. Sehingga pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang sangat ekstrem.

Jerome Salomon

Jerome Salomon (48) merupakan sosok yang bertanggung jawab atas kebijakan kesehatan Perancis. Dia juga menjadi aktor utama yang mengelola setiap krisis kesehatan masyarakat, termasuk saat wabah flu burung H1N1 terjadi pada 2009 lalu.

Sejak merebaknya kasus virus corona di Eropa, Perdana Menteri Perancis dilaporkan langsung menunjuk Jérôme Salomon untuk menangani isu kesehatan tersebut. Alasannya karena Jerome selalu menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi dan memiliki koneksi yang luas, lapor L'Obs. Dia juga mewakili Prancis di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini