nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sembarangan Minum Klorokuin, Pria Ini Malah Kehilangan Nyawa

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 24 Maret 2020 13:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 24 481 2188186 sembarangan-minum-klorokuin-pria-ini-malah-kehilangan-nyawa-PuLJTvYexV.jpg ilustrasi

PANDEMI virus corona (COVID-19) saat ini tengah melanda dunia. Namun sejumlah negara mengaku sudah mendapatkan obat untuk menangkal virus ganas tersebut, yaitu klorokuin. Obat ini memiliki efek antiviral yang kuat terhadap virus SARS-CoV.

Bekerja dengan mengikat reseptor seluler angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) yang merupakan tempat masuknya virus SARS-CoV. Kandungan itulah yang berfungsi untuk menghambat masuknya virus ke dalam sel.

Kendati demikian, banyak masyarakat awam yang menyakini bahwa obat ini adalah obat untuk melindungi diri dari paparan infeksi virus corona jenis baru tersebut. Tapi hati-hati, sejatinya obat klorokuin adalah obat keras yang tidak boleh dikonsumsi sembarangan loh! Jika teledor dan tak teliti, bisa-bisa nasibnya seperti seorang pria di Arizona, Amerika Serikat satu ini.

Pria berusia 60 tahun, yang identitasnya dirahasiakan tersebut dilaporkan meninggal karena salah mengonsumsi obat.

ist

Seperti dikutip NBCnews, Selasa (24/3/2020) ia dilaporkan meninggal setelah mengonsumsi obat klorokuin fosfat, yang ia yakini akan melindungi dirinya terinfeksi virus corona COVID-19. Sang pria lanjut usia itu diketahui mengonsumsi obat klorokuin fosfat tersebut bersama sang istri. Sang istri, kini tengah dirawat karena kondisinya kritis.

Setelah ditelusuri, ternyata kandungan racun yang dikonsumsi oleh pasangan lanjut usia tersebut bukanlah obat klorokuin yang biasa digunakan sebagai obat malaria. Tapi obat klorokuin yang dikonsumsi adalah kandungan yang terdaftar untuk pengobatan parasite pada binatang ikan. Sang istri, diketahui terbiasa menggunakan obat tersebut untuk merawat ikan koi peliharaannya.

Diungkap oleh Banner Health, pasangan itu sayangnya menyamakan obat kloroquin fosfat untuk pengobatan ikan sama dengan obat klorokuin yang dikenal dengan nama generik, hydroxychloroquine. Hydroxychloroquine yang memang sedang populer, ramai disebut-sebut sebagai pengobatan yang mungkin untuk penyakit COVID-19.

Daniel Brooks, direktur medis Banner Poison and Drug Information Center mengingatkan bahwa nekat melakukan pengobatan sendiri di tengah situasi seperti ini bukanlah cara yang tepat.

"Mengingat ketidakpastian seputar COVID-19, kami paham bahwa orang-orang berusaha menemukan cara baru untuk mencegah atau mengobati virus ini, tetapi mengobati sendiri bukan cara tepat untuk dilakukan,” bunyi pernyataan Daniel.

Sementara itu, kepada media sang istri mengungkapkan, ide untuk mengonsumsi obat klorokuin fosfat itu ia dan sang suami dapatkan ketika menonton televisi dan melihat sang Presiden tengah berbicara soal potensi manfaat dari obat klorokuin.

Meskipun sejauh ini, secara resmi belum ada obat yang diterima sebagai obat pencegahan atau penangangan pasien COVID-19, beberapa penelitian awal memang ada yang menyebutkan bahwa kemungkinan obat klorokuin berguna sebagai terapi.

Akhirnya, karena merasa dalam golongan orang yang rentan terinfeksi dari segi usia yang sudah lanjut. Pasangan suami-istri ini pun memutuskan untuk mencampur obat klorokuin dalam jumlah kecil dengan cairan, lalu meminumnya sebagai upaya pencegahan terinfeksi virus corona.

Tak butuh waktu lama, 20 menit kemudian keduanya langsung merasakan sakit. Gejala awalnya dengan merasa pusing dan panas, lalu muntah-muntah.

“Aku mulai muntah-muntah, dan suamiku mulai mengalami masalah pernafasan sembari ingin memegang tanganku,” ungkap sang istri.

Tak lama setelah sampai di rumah sakit, sang suami pun meninggal.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini