nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tenaga Medis Jadi Prioritas Utama Ikuti Rapid Test Corona COVID-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 24 Maret 2020 16:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 24 481 2188351 tenaga-medis-jadi-prioritas-utama-ikuti-rapid-test-corona-covid-19-qJTOBZNv1q.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TENAGA medis adalah orang yang paling rentan tertular virus corona atau COVID-19. Maka itu pemerintah mengharuskan tenaga medis untuk mengikuti rapid test.

Metode pemeriksaan cepat atau rapid test, sejak akhir pekan lalu dipakai untuk melakukan deteksi dini virus corona. Saat tes ini digencarkan, semakin banyak orang yang ketahuan positif virus corona atau COVID-19.

apd

Rapid test ini adalah pemeriksaan melalui spesimen darah. Melalui pemeriksaan spesimen darah inilah, bisa diketahui apakah seseorang positif terinfeksi ataukah negatif dari virus.

Seperti pernah dijelaskan oleh Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia, dr Achmad Yurianto, ada keuntungan secara teknis yang dimiliki oleh rapid test. Sebab rapid test tidak perlu dilakukan di Lab Bio Safety Level 2, sehingga tes bisa dilakukan secara massal atau bersamaan.

Indonesia sendiri diketahui sekarang telah memiliki kesiapan sekira 125 ribu rapid test kit, yang akan digunakan untuk pemeriksaan cepat. Kemudian didistribusikan langsung ke 34 provinsi di Indonesia.

Dalam ekseskusi pelaksanannya, pemerintah telah menetapkan kebijakan bahwasanya untuk rapid test tahapan pertama, ada dua kategori kelompok masyarakat yang dijadikan prioritas. Dua kelompok tersebut harus diutamakan terlebih dahulu untuk menjalani tes.

Yuri menyampaikan kategori yang pertama adalah orang-orang yang termasuk dalam kontak dekat dengan para pasien positif COVID-19

“Kebijakan soal rapid test tahapan pertama, akan dilaksanakan kepada kontak dekat pasien positif COVID-19, yang sudah terkonfirmasi yang sudah dirawat di rumah sakit ataupun yang sudah isolasi rumah. Contohnya, para anggota keluarga yang tinggal bersama pasien, hingga di lingkungan kerja yang memiliki kemungkinan kontak dekat,” terang Yuri dalam konferensi pers “Update COVID-19”, di Gedung BNPB Indonesia, Selasa (24/3/2020).

Selanjutnya ialah para petugas kesehatan. Artinya, semua tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien positif terinfeksi COVID-19, disebutkan Yuri, masuk menjadi kelompok prioritas.

“Kemudian, semua tenaga kesehatan yang terkait dengan layanan pasien positif COVID-19, ini harus kita periksa, termasuk para petugas front office. Mereka ini ada di kelompok orang-orang yang sensitif dan rentan terpapar COVID-19,” tambahnya.

Setelah ada penambahan jumlah kit rapid test, baru rapid tes tahapan kedua yang mana berbasis wilayah akan dijalankan.

“Kalau jumlah kit yang didatangkan sudah makin banyak, rapid test selanjutnya berbasis pada wilayah, contohnya Jakarta Selatan yang sudah kita petakan dan diidentifikasi. Sementara kita tracing kontak dekat dan tenaga kesehatan dulu, ini yang jadi prioritas utama,” tegas Yuri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini