nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantu RS Tangani COVID-19, Engineer Italia Ciptakan Ventilator dari Alat Snorkeling

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 12:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 25 481 2188709 bantu-rs-tangani-covid-19-engineer-italia-ciptakan-ventilator-dari-alat-snorkeling-AMQ1Ofbmou.jpg Ventilator dari alat snorkeling (Foto : Independent)

Ketersediaan alat-alat kesehatan di rumah sakit saat pandemi virus corona COVID-19 di hampir semua negara mengalami defisiensi, termasuk Italia. Negeri Pisa merupakan negara di benua Eropa yang paling terdampak dari pandemi virus corona COVID-19.

Situasi darurat ini akhirnya mendorong dua orang engineer Italia, Cristian Fracassi dan Alessandro Romaioli memutuskan untuk membuat salah satu alat kesehatan yang paling dibutuhkan di tengah pandemi COVID-19, yakni ventilator yang dibuat dari masker snorkeling.

Cristian dan Alessandro, dua insinyur di suatu perusahaan percetakan 3D di Italia ini mengatakan awalnya mereka berdua dihubungi oleh seorang dokter. Sang dokter menyampaikan ide untuk membuat masker ventilator darurat, dengan memanfaatkan peralatan snorkeling. Ide tersebut terinspirasi setelah keberhasilan membuat katup untuk rumah sakit yang kekurangan pasokan.

Seperti yang tertulis di situs resmi Isinnova, Cristian dan Alessandro merancang suatu komponen yang menyambungkan masker snorkeling Decathlon ke mesin alat pernapasan.

Ventilator

Hasilnya menjadikan masker ventilasi bantuan, sebagai peralatan tambahan yang diperuntukkan untuk rumah sakit yang kekurangan alat. Menariknya, ventilator dari masker snorkeling ini dikatakan sudah sukses diuji coba pada pasien loh! Seperti dikutip Independent, Rabu (25/3/2020).

“Kami berkata ini bukan mau menyombong, tapi untuk memperlihatkan apa yang mungkin bisa dilakukan. Di momen krisis seperti ini, dan ketika perdagangan global juga terhenti. Masih banyak cara do-it-yourself yang bisa dilakukan untuk menolong orang-orang di sekitar kita. Tujuan kita, semua rumah sakit yang membutuhkan bisa pakai jika memang diperlukan,” ungkap Cristian dan Alessandro

Sementara itu, ada sosok Dr Fracassi dan Mr Romaioli yang sebelumnya telah merancang dan mencetak katup plastik, berfungsi menghubungkan pasien dengan ventilator untuk membantu bernafas, sebelumnya mereka belum pernah membuat katup plastik. Namun setelah melihat betapa rumah sakit kekurangan alat, keduanya memutuskan untuk mencoba membuat katup plastik tersebut.

“Sebelumnya belum pernah bikin katup, tapi kami ingin menolong,” ujar keduanya.

Secara keseluruhan, proses untuk memproduksi prototype dan katup plastik 3D ini memakan waktu kurang lebih selama tiga jam dan satu unitnya menelan biaya kurang dari 1Euro.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini