nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deteksi Dini Virus Corona, Perlukah Kamera Thermal Disebar di Area Publik?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 16:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 25 481 2188887 deteksi-dini-virus-corona-perlukan-kamera-thermal-disebar-di-area-publik-LODW7fXIvw.jpg Kamera thermal (Foto: Ist)

Saat ini, dunia dalam situasi siaga terhadap wabah corona COVID-19. Indonesia bahkan dilaporkan dalam masa penentuan agar wabah ini tidak meningkat tajam pada bulan Maret dan April ini dengan prediksi potensi puncak pandemi pada bulan Mei 2020.

Ketua Umum Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI) Dr Sanny Suharli mengatakan, baik individu, pelaku bisnis dan perusahaan dapat mencegah penyebaran wabah corona dengan menerapkan beberapa strategi.

 wabah COVID-19

Mulai dari beraktivitas atau bekerja di rumah saja, menjaga jarak dan kebersihan, meningkatkan imunitas, serta menjalankan rekomendasi pemerintah dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Satu hal yang tak kalah penting juga meningkatkan upaya deteksi dini dengan menggunakan kamera thermal di ruang publik atau tempat yang memiliki arus keluar masuk lebih dari 200 pengunjung.

“Penggunaan kamera thermal di area publik lebih direkomendasikan dibanding termometer tembak, karena memiliki kontak lebih sedikit, akurasi lebih baik, dan minim human error. Baiknya selama pembatasan aktivitas di ruang publik 14 - 28 hari ke depan," terang Dr Sanny seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (25/3/2020).

Lebih lanjut Sanny menjelaskan, beberapa area penting seperti bandara, stasiun, pelabuhan, terminal, MICE, perkantoran, hotel, mall, supermarket, apartemen, perumahan, dan sekolah sebaiknya mulai memasang kamera thermal untuk meningkatkan keamanan masyarakat, sekaligus mengantisipasi lonjakan aktivitas pada bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Terdapat tips memilih dan memakai kamera thermal sebagai langkah awal untuk deteksi dini virus corona. Yakni pilih kamera thermal dengan tingkat akurasi di bawah 0,5°C.

Ada banyak jenis kamera thermal. Namun yang paling penting adalah menggunakan kamera thermal khusus untuk manusia, bukan kamera thermal untuk industri.

Sebab kamera thermal untuk manusia memiliki tingkat akurasi suhu sebesar 0,5°C, dengan rentang temperatur 20-50°C. Sementara kamera thermal untuk industri, tingkat akurasi suhu sebesar 3°C, dengan rentang temperatur hingga lebih dari 300°C.

Jika digunakan untuk manusia, kesalahan pengukuran suhu 3°C dari 36,5°C menjadi 39,5°C, jelas sangat tidak valid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini