Jaga Orangtua agar Tak Tertular Corona, Pentingnya Anak Muda Mager di Rumah Saja

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 25 481 2188896 jaga-orangtua-agar-tak-tertular-corona-pentingnya-anak-muda-mager-di-rumah-saja-qCr1KiQuue.jpg Mager di rumah (Foto: Shutterstock)

Melakukan self-isolation, atau mengisolasi mandiri dengan menetap alias mager (malas gerak) di rumah. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, hingga beribadah di rumah demi menghindari keramaian tengah gencar disosialisasikan di masyarakat oleh Pemerintah Indonesia.

Sosialiasi imbauan untuk di rumah saja, tidak perlu melakukan aktivitas tidak perlu di luar rumah atau mendatangi tempat-tempat keramaian ini gencar dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah menekan laju penularan virus corona COVID-19.

Selain bertujuan untuk menekan laju penularan COVID-19, menjaga yang sehat jangan sampai jatuh sakit, sehingga angka kasus pasien positif tidak semakin melonjak tajam dari hari ke hari.

 mager di rumah

Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia, dr. Achmad Yurianto mengatakan, anak-anak harus dan wajib melindungi orangtua agar tidak ikut tertular virus corona jenis baru tersebut.

Mengingat, sebagian besar orangtua di Indonesia biasanya sudah memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, kelainan jantung, hingga gagal ginjal. Menjadikan orangtua dengan riwayat penyakit, adalah kelompok yang rentan mendapatkan akibat fatal jika tertular virus corona COVID-19.

Inilah mengapa pentingnya bagi generasi muda untuk mematuhi aturan melakukan karantina mandiri dengan beraktivitas di dalam rumah, tidak berpergian jikalau tidak terpaksa dan tidak darurat.

“Karantina diri jadi penting, khusus untuk COVID-19. Menyerang yang muda fisiknya masih bagus, imunitas bagus, maka gejalanya ringan atau tanpa gejala. Tapi dia pembawa virus makanya kalau tidak isolasi diri bisa saja keluarga, orangtua kita yang imun tubuhnya lemah karena ada riwayat penyakit penyerta. Maka kelompok inilah yang sangat rentan, bisa berakibat fatal,” terang dr. Achmad Yurianto, Rabu (25/3/2020).

Bukan tanpa sebab sang jubir bicara demikian, pasalnya dari penelusuran data yang dilakukan pemerintah terhadap para pasien positif yang meninggal. Faktanya memang para pasien yang sudah berumur, dengan riwayat penyakit tersebut sudah isolasi diri di rumah namun tertular dari seseorang yang lebih muda yang masih belum melakukan karantina diri di rumah.

“Dari beberapa kasus yang kita pelajari, orangtua yang sakit berat lalu meninggal itu ada penyakit sebelumnya. Kita tracking pasien itu enggak ke mana-mana, tapi punya anak atau anggota keluarga yang masih muda yang ke mana-mana. Karantina diri ini yang penting, agar tidak jadi penebar virus. Bagi orang yang sudah tua, punya masalah kesehatan bisa berdampak fatal,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini